USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pekan Spiritualitas Ignasian Angkat Gagasan Learning by Refraction

diupdate: 4 minggu yang lalu

USD - Kolese St. Ignatius (Kolsani) bekerja sama dengan Pusat Studi Ignasian dan Campus Ministry Universitas Sanata Dharma menggelar seminar tahunan bertema Learning by Refraction pada 4–5 Juli 2026 di Ruang Kadarman, Universitas Sanata Dharma. Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Spiritualitas Ignasian ini menghadirkan P. Johnny Go, SJ, dosen dari Ateneo de Manila University, Manila, sebagai narasumber untuk membahas relevansi pedagogi Ignasian dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para frater Kolsani, imam-imam Jesuit, frater dari berbagai kongregasi, guru-guru dari sejumlah sekolah Kolese, seperti Kolese Kanisius dan Kolese De Britto, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma, serta peserta dari berbagai daerah yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan Spiritualitas Ignasian.

2

Ketua pelaksana seminar, Fr. Tomas Becket, SJ, atau yang akrab disapa Frater TB, mengatakan bahwa seminar ini merupakan agenda tahunan yang selama ini diselenggarakan oleh para frater Kolsani. Pada tahun-tahun sebelumnya, seminar lebih diarahkan untuk menghasilkan modul pembelajaran dan bahan pendukung pendidikan. Namun, menurutnya, penyelenggaraan tahun ini berkembang setelah adanya masukan dari para frater lain agar seminar juga menghasilkan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman, "Kami berharap seminar ini tidak hanya menghasilkan bahan ajar, tetapi juga menawarkan perspektif baru yang dapat membantu para pendidik menjawab tantangan pembelajaran masa kini," ujar Frater TB.

Dalam pemaparannya, P. Johnny Go, SJ, menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia pendidikan akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga cara hidup, berpikir, belajar, dan membangun kepercayaan terhadap informasi. "Sebagai pendidik, kita perlu membaca perubahan tersebut sebagai kesempatan untuk berefleksi dan memperbarui cara kita mendampingi proses belajar. Seperti cahaya yang dibiaskan, pengalaman belajar setiap orang akan menghasilkan pemahaman yang berbeda-beda dan justru di situlah proses pembelajaran yang sesungguhnya terjadi," ungkap P. Johnny Go, SJ.

1

Salah seorang peserta, Maria Della Strada, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai Spiritualitas Ignasian melalui seminar tersebut. Sebelum mengikuti kegiatan, ia mengaku belum memiliki gambaran yang utuh mengenai spiritualitas tersebut. Setelah mengikuti seluruh rangkaian seminar, ia merasa terdorong untuk membangun kebiasaan berefleksi dalam kehidupan sehari-hari. "Seminar ini memberi saya bekal dan semangat untuk terus berefleksi atas setiap hal yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Kegiatan seminar ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Antonius Sumarwan, SJ, sebagai konselebran utama, didampingi oleh Rm. Alexander Hendra Dwi Asmara, SJ, dan Rm. Harry Setianto Sunaryo, SJ. Melalui perayaan Ekaristi ini, seluruh peserta diajak untuk melihat kembali setelah berkegiatan selama 2 hari, untuk makin memperdalam setiap tindakan dan perbuatan dalam sehari-hari untuk berefleksi dan melakukan aksi yang sejalan dengan semangat spiritualitas Ignasian.

3

Melalui seminar tahunan ini, Kolsani bersama Pusat Studi Ignasian dan Campus Ministry Universitas Sanata Dharma berupaya menghadirkan ruang dialog bagi para pendidik, religius, dan masyarakat untuk memperdalam pedagogi Ignasian sekaligus mencari pendekatan pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan di era digital.




JE/GRC/SNA - Humas

  kembali