USD – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (BEM USD) menyelenggarakan acara tahunan Dialog Kebangsaan pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Kampus 2 Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mengangkat tema "Ketika alam dirusak, hak atas ruang hidup dipertaruhkan", forum diskusi ini digelar di tengah keprihatinan nasional atas maraknya krisis lingkungan, khususnya bencana kebakaran hutan dan lahan yang saat ini tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia.


Acara tahunan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Dr. Eko Riyadi, S.H., M.H., serta Juru Kampanye Hutan Greenpeace, Riefki Saputra. Jalannya diskusi panel dipandu secara interaktif oleh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Albertus Harimurti, S.Psi., M.Hum., selaku moderator. Ketiganya bersama seluruh peserta membedah keterkaitan antara kerusakan ekologis, praktik ekstraksi sumber daya alam, penegakan hukum, serta ancaman nyata terhadap hak atas ruang hidup masyarakat di tengah situasi darurat lingkungan saat ini.


Dalam pembukaan acara, Wakil Rektor 1 Universitas Sanata Dharma, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, S.Si., M.Math.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya kesadaran serta tanggung jawab ekologis bagi seluruh elemen masyarakat. "Apapun kepercayaan kita, apapun golongan kita, menjaga bumi, rumah kita bersama adalah tanggung jawab kita, tidak satu pun dari masing-masing diri kita terlepas dari tanggung jawab itu," tegas Prof. Ir. Sudi Mungkasi, S.Si., M.Math.Sc., Ph.D.. Beliau menelusuri sejarah panjang kehidupan bumi dan memperingatkan bahwa pemanasan global, eksploitasi air, serta ekstraksi energi yang tak terkendali berpotensi membawa peradaban manusia pada risiko kepunahan jika tidak segera dihentikan.


Menanggapi fenomena bencana kebakaran hutan dan lahan gambut yang kini merenggut hak hidup warga di berbagai wilayah Indonesia, Riefki Saputra menjelaskan bahwa bencana asap tersebut merupakan dampak langsung dari alih fungsi lahan dan kanalisasi industri. "Gambut yang masih alami itu pada dasarnya basah dan mustahil terbakar dengan sendirinya. Kebakaran yang terjadi saat ini adalah akibat gambut yang sudah kering yang sudah dibuat kanal-kanal," ungkap Riefki Saputra. Ia menekankan bahwa masalah utamanya terletak pada tata kelola industri skala besar yang mengeringkan lahan basah alami demi ekspansi komersial.
Sementara itu, Dr. Eko Riyadi, S.H., M.H., menyoroti rumitnya penegakan hukum lingkungan yang sering kali terkendala intervensi politik dan fenomena perburuan rente (rent-seeking). Ia memperingatkan maraknya ancaman Strategic Litigation Against Public Participation (SLAPP) yang kerap digunakan untuk membungkam dan mengkriminalisasi para pejuang lingkungan. Menurutnya, penyelesaian krisis ekologis tidak dapat hanya mengandalkan jalur hukum normatif semata, melainkan membutuhkan pembentukan solidaritas lintas disiplin, lintas organisasi, dan lintas agama secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ini menjadi wadah inklusif bagi civitas akademika dan masyarakat untuk berdialog bersama tentang berbagai isu strategis serta krisis lingkungan yang sedang terjadi di Indonesia. Kegiatan tahunan ini merupakan wujud nyata kepedulian Universitas Sanata Dharma yang senantiasa kritis, peka, dan berperan aktif terhadap kondisi negara demi menjaga keberlanjutan masa depan bangsa.
SHL/SCS - HUMAS
SHL/SCS - HUMAS




