USD — Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menyelenggarakan The 14th Literary Studies Conference (LSC) secara hibrid di Ruang Sasana Mitraswara, Ruang Raja Manggala, dan melalui platform Zoom Meeting. Konferensi internasional tahunan ini mengusung tema utama "Politics and Literature in Southeast Asia: Contesting Power, Imagining Futures".
Sehari sebelum memasuki LSC, Ramon Guillermo terlebih dahulu memaparkan materi pada Literary studies Masterclass yang bertajuk "Experience and Experiments in Digital Humanities: A Lecture with Practical Demonstrations" pada tanggal 21 Oktober 2026, mengambil tempat di ruangan Kadarman.
Pada hari pertama acara diawali dengan doa pembuka, pengumandangan lagu kebangsaan, pertunjukan seni budaya, serta penyampaian sambutan dari pimpinan universitas dan panitia penyelenggara.
Dalam sambutannya, wakil rektor IV Caecilia Tutyandari, Ph.D., menyapa para peserta dan mendorong seluruh akademisi yang hadir untuk memanfaatkan forum ilmiah ini secara optimal.


"Saya mendorong Anda sekalian untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya guna berbagi pengetahuan, terlibat dalam dialog yang konstruktif, serta membangun hubungan akademis yang berkelanjutan," ujar Caecilia Tutyandari, Ph.D.
Sementara itu, ketua panitia Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum., turut menekankan peran penting karya sastra dalam membangun peradaban dan menghadirkan harapan di tengah dinamika masyarakat.


"Terima kasih kepada para pembicara undangan, pemakalah, serta seluruh peserta. Selamat berdiskusi dan mengikuti konferensi ini. Mari kita jadikan sastra sebagai sarana untuk membangun dan membawa peradaban harapan," tutur Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dalam sesi pleno. Michael Garcia membawakan paparan bertajuk "The Liberating Power of Literature and Philosophy: Ralph Waldo Emerson’s Intellectual Self-Reliance as Antidote to Authoritarianism and Moral Stupidity" dengan moderator F.X. Risang Baskara, disusul sesi pleno bersama Katrin Bandel yang dipandu moderator Hardi Prasetyo.


Sesi pleno lainnya menghadirkan Ramon Guillermo dengan materi "There is only one word: Fight: Some Notes on the Filipino Translation of Wiji Thukul’s Poetry" serta Sri Mulyani yang membawakan "En/Countering the Politics of Writing: Poetics and Its Challenges", dipandu oleh moderator Prof. Paulus Sarwoto.
Selain sesi pleno, konferensi diisi dengan diskusi paralel di berbagai ruang presentasi. Para peneliti mempresentasikan hasil riset yang berfokus pada subtema kritis, meliputi Authoritarianism and Dissent, Colonial and Postcolonial Legacies, Literature as Weapon of Resistance, Democracy and Activism, Gender, Sexuality, and Minority Politics, hingga Ecological Politics. Rangkaian kegiatan LSC ke-14 ini diakhiri dengan penayangan rekapan video selama pelaksanaan LSC dan kata penutup sebelum ditutup secara resmi oleh Prof. Paulus Sarwoto.
ADR/ALF/GRC/YIN - HUMAS




