USD - Universitas Sanata Dharma (USD) dengan bangga menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia (Perdikkati) VIII yang diselenggarakan pada tanggal 22-24 Oktober 2026 di Ruang Rapat 2 Kampus 1 USD, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola dan dosen Pendidikan Keagamaan Katolik untuk memperkuat kerjasama, kualitas pendidikan, dan pengembangan riset lintas lembaga.


Pembukaan dan Sambutan
Munas Perdikkati VIII dibuka secara resmi melalui Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, S.J., yang sekaligus menyambut sebagai Ketua Perdikkati. Acara ini menumbuhkan suasana kebersamaan dalam membangun sinergi lembaga-lembaga pendidikan keagamaan Katolik di Indonesia.
Fokus Munas: Penguatan Kerjasama, Akreditasi, dan Internasionalisasi
Munas Perdikkati VIII dibuka secara resmi melalui Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, S.J., yang sekaligus menyambut sebagai Ketua Perdikkati. Acara ini menumbuhkan suasana kebersamaan dalam membangun sinergi lembaga-lembaga pendidikan keagamaan Katolik di Indonesia.
Fokus Munas: Penguatan Kerjasama, Akreditasi, dan Internasionalisasi
Salah satu agenda utama Munas adalah evaluasi dan rencana penguatan program kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) lintas lembaga. Permasalahan komunikasi dan belum jelasnya pembagian tugas menjadi perhatian yang harus ditangani.
Salah satu keputusan strategis Munas adalah pembentukan tim penelitian lintas lembaga yang bertugas mengembangkan satu proposal penelitian dan satu proposal pengabdian kepada masyarakat dengan sumber pendanaan eksternal pada tahun 2027. Tim ini terdiri atas perwakilan dari Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan STKIP Widya Yuwana Madiun.
Munas juga menaruh perhatian pada peningkatan keberdampakan PERDIKKATI bagi mahasiswa. Pada tahun 2027, setiap lembaga anggota akan menyelenggarakan kompetisi akademik dan kreatif secara daring, meliputi lomba media permainan digital, poster digital, debat, dan penulisan artikel ilmiah. Program ini diharapkan menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus mempererat jejaring antarperguruan tinggi anggota.

Dalam bidang pengembangan akademik, Munas menetapkan sejumlah target bersama untuk mendukung implementasi instrumen akreditasi 3.0 yang mengutamakan luaran mahasiswa dan dosen, capaian kinerja lulusan dan evaluasi berkelanjutan. Setiap lembaga anggota didorong menghasilkan minimal satu publikasi pada jurnal Sinta 2, serta mengembangkan program pertukaran dose.n melalui perkuliahan daring maupun luring. Kuliah lintas lembaga dan integrasi penelitian dalam pembelajaran menjadi strategi yang perlu digalakkan. Selain itu, kerja sama internasional akan diperluas, antara lain melalui kolaborasi tridarma dengan Ateneo de Davao University, Filipina, dalam bentuk kuliah bersama dan seminar internasional. Begitu pula akan dijalin kerjasama internasional dengan mitra Universitas Thaksin, Thailand, dan kolaborasi dengan institusi di Timor Leste.
Salah satu keputusan strategis Munas adalah pembentukan tim penelitian lintas lembaga yang bertugas mengembangkan satu proposal penelitian dan satu proposal pengabdian kepada masyarakat dengan sumber pendanaan eksternal pada tahun 2027. Tim ini terdiri atas perwakilan dari Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan STKIP Widya Yuwana Madiun.
Munas juga menaruh perhatian pada peningkatan keberdampakan PERDIKKATI bagi mahasiswa. Pada tahun 2027, setiap lembaga anggota akan menyelenggarakan kompetisi akademik dan kreatif secara daring, meliputi lomba media permainan digital, poster digital, debat, dan penulisan artikel ilmiah. Program ini diharapkan menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus mempererat jejaring antarperguruan tinggi anggota.

Dalam bidang pengembangan akademik, Munas menetapkan sejumlah target bersama untuk mendukung implementasi instrumen akreditasi 3.0 yang mengutamakan luaran mahasiswa dan dosen, capaian kinerja lulusan dan evaluasi berkelanjutan. Setiap lembaga anggota didorong menghasilkan minimal satu publikasi pada jurnal Sinta 2, serta mengembangkan program pertukaran dose.n melalui perkuliahan daring maupun luring. Kuliah lintas lembaga dan integrasi penelitian dalam pembelajaran menjadi strategi yang perlu digalakkan. Selain itu, kerja sama internasional akan diperluas, antara lain melalui kolaborasi tridarma dengan Ateneo de Davao University, Filipina, dalam bentuk kuliah bersama dan seminar internasional. Begitu pula akan dijalin kerjasama internasional dengan mitra Universitas Thaksin, Thailand, dan kolaborasi dengan institusi di Timor Leste.
Digitalisasi dan Inovasi dalam Katekese
Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, salah satu hasil penting adalah fokus pada katekese digital yang mengintegrasikan literasi digital, teknologi, dan komunikasi inovatif. Pembaruan tata kelola katekese disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya zaman kini, termasuk dunia digital dan tantangan ekologis.

Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, salah satu hasil penting adalah fokus pada katekese digital yang mengintegrasikan literasi digital, teknologi, dan komunikasi inovatif. Pembaruan tata kelola katekese disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya zaman kini, termasuk dunia digital dan tantangan ekologis.

Pengelolaan Jurnal Credendum
Di bidang publikasi ilmiah, peserta Munas mengevaluasi perkembangan Jurnal Credendum yang kini memasuki tahun kelima penerbitan. Jurnal Credendum, sebagai media publikasi perdiksi, terus mengejar peningkatan kualitas dan kuantitas artikel dengan target reakreditasi dan penerimaan artikel berbahasa Indonesia maupun Inggris mulai Mei 2027, serta peningkatan partisipasi lembaga anggota dalam pengiriman artikel ilmiah. Sekarang ini Jurnal Credendum sudah memperoleh peringkat Sinta 4. Berbagai langkah strategis disepakati untuk meningkatkan kualitas jurnal, termasuk perekrutan reviewer nasional dan internasional.
Di bidang publikasi ilmiah, peserta Munas mengevaluasi perkembangan Jurnal Credendum yang kini memasuki tahun kelima penerbitan. Jurnal Credendum, sebagai media publikasi perdiksi, terus mengejar peningkatan kualitas dan kuantitas artikel dengan target reakreditasi dan penerimaan artikel berbahasa Indonesia maupun Inggris mulai Mei 2027, serta peningkatan partisipasi lembaga anggota dalam pengiriman artikel ilmiah. Sekarang ini Jurnal Credendum sudah memperoleh peringkat Sinta 4. Berbagai langkah strategis disepakati untuk meningkatkan kualitas jurnal, termasuk perekrutan reviewer nasional dan internasional.
Penyesuaian AD/ART
Munas juga menetapkan perubahan penting terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perdikkati untuk menyesuaikan dinamika organisasi dan kebutuhan pengelolaan aktivitas akademik lebih efektif sebagai dasar penguatan tata kelola organisasi ke depan. Revisi tersebut menegaskan komitmen PERDIKKATI sebagai organisasi profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu Pendidikan Keagamaan Katolik demi pertumbuhan Gereja dan masyarakat Indonesia.
Munas juga menetapkan perubahan penting terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perdikkati untuk menyesuaikan dinamika organisasi dan kebutuhan pengelolaan aktivitas akademik lebih efektif sebagai dasar penguatan tata kelola organisasi ke depan. Revisi tersebut menegaskan komitmen PERDIKKATI sebagai organisasi profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu Pendidikan Keagamaan Katolik demi pertumbuhan Gereja dan masyarakat Indonesia.
Harapan ke depan
Pengurus baru periode 2026-2030 resmi dipilih untuk melanjutkan persiapan dan pengembangan ke depan. Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, SJ kembali terpilih sebagai Ketua Perdikkati, didampingi Kanisius Komsiah Dadi, M.Pd (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta) sebagai sekretaris dan Dr. Alexius Dwi Widiatna, CM. S.S., M.Pd. (STKIP Widya Yuwana Madiun) sebagai bendahara. Kursi pengawas diduduki oleh Dr. Hendrikus Midun, S.Fil., M.Pd. (Unika Santu Paulus Ruteng) dan Dr. Martinus Ariya Seta (USD).
Munas VIII ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Dr. Alexius Dwi Widiatna, S.S., M.Ed. Semangat sinodal, kolaboratif, dan visioner yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan diharapkan semakin memperkuat peran PERDIKKATI dalam memajukan pendidikan keagamaan Katolik di Indonesia sekaligus menjawab tantangan zaman melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, transformasi digital, dan kerja sama internasional.
Munas Perdikkati VIII di USD memberikan energi baru bagi pendidikan Keagamaan Katolik di Indonesia, memperkuat kerjasama antar lembaga, dan membuka peluang inovasi dalam pendidikan dan penelitian. USD dengan penuh semangat siap mendukung dan menjalankan hasil-hasil Munas untuk masa depan yang lebih cemerlang.
Pengurus baru periode 2026-2030 resmi dipilih untuk melanjutkan persiapan dan pengembangan ke depan. Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, SJ kembali terpilih sebagai Ketua Perdikkati, didampingi Kanisius Komsiah Dadi, M.Pd (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta) sebagai sekretaris dan Dr. Alexius Dwi Widiatna, CM. S.S., M.Pd. (STKIP Widya Yuwana Madiun) sebagai bendahara. Kursi pengawas diduduki oleh Dr. Hendrikus Midun, S.Fil., M.Pd. (Unika Santu Paulus Ruteng) dan Dr. Martinus Ariya Seta (USD).
Munas VIII ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Dr. Alexius Dwi Widiatna, S.S., M.Ed. Semangat sinodal, kolaboratif, dan visioner yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan diharapkan semakin memperkuat peran PERDIKKATI dalam memajukan pendidikan keagamaan Katolik di Indonesia sekaligus menjawab tantangan zaman melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, transformasi digital, dan kerja sama internasional.
Munas Perdikkati VIII di USD memberikan energi baru bagi pendidikan Keagamaan Katolik di Indonesia, memperkuat kerjasama antar lembaga, dan membuka peluang inovasi dalam pendidikan dan penelitian. USD dengan penuh semangat siap mendukung dan menjalankan hasil-hasil Munas untuk masa depan yang lebih cemerlang.
Bernardus Agus Rukiyanto, SJ, Dosen Pendikkat USD




