USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pemutaran Film Pendek "Yang Datang dari Masa Lalu", Ajak Mahasiswa Renungkan Memori Sejarah

diupdate: 5 hari yang lalu

USD - Program Studi Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma, menggelar pemutaran film bertajuk "Yang Datang dari Masa Lalu", pada Selasa, 25 November 2025 di Aula Serbaguna Kampus I, Mrican. Agenda ini menghadirkan tiga film pendek bertema ingatan kolektif, kekerasan, dan trauma sejarah, yaitu "A Daughter’s Memory" (2018), "Adegan yang Hilang dari Petrus – draft #4" (2019), dan "On The Origin of Fear" (2017).

Film 2025

‎Pemutaran film ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk mendorong refleksi kritis mahasiswa terhadap isu HAM, sejarah nasional, serta peran media visual sebagai sarana dokumentasi dan pembentuk empati sosial. Kegiatan ini dipandu melalui penyajian film, di mana peserta menonton film, lalu diajak untuk merefleksikan pesan yang ditampilkan melalui estetika film, narasi, serta pengalaman personal penonton dalam sesi diskusi bersama.

‎Kepala Program Studi, Dr. Yustina Devi Ardhiani, M.Hum., menjelaskan bahwa film memiliki kemampuan membuka kembali ruang-ruang memori kolektif yang selama ini tidak banyak dihadirkan dalam narasi publik. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki ruang dialog untuk memahami kembali sejarah dan pengalaman masyarakat yang terpinggirkan. "Kita belajar bahwa film bukan sekadar tontonan, tetapi medium untuk merasakan kembali pengalaman yang pernah terjadi dalam sejarah, terutama bagi mereka yang suaranya tidak terdengar.", ujar Ibu Devi.

Film 2025

‎Film pertama, "A Daughter’s Memory" (2018), berkisah mengenai hubungan antara seorang anak dengan ayahnya yang menjadi korban peristiwa politik di Indonesia. Film ini menghadirkan sudut pandang personal yang memperlihatkan bagaimana trauma sejarah tidak hanya dialami generasi terdahulu, tetapi diwariskan secara emosional kepada generasi setelahnya. Sementara itu, "Adegan yang Hilang dari Petrus – draft #4" (2019) menggali praktik kekerasan aparat negara pada masa penembakan misterius (Petrus) pada 1980-an. Lewat struktur film yang fragmentaris, penonton diajak meraba kembali potongan ingatan sosial yang hilang, disembunyikan, atau sengaja dihapus dalam narasi sejarah resmi. Film terakhir, "On The Origin of Fear" (2017), menghadirkan eksplorasi metaforis mengenai ketakutan sebagai konstruksi sosial. Film ini menyoroti bagaimana kekuasaan memproduksi ingatan dan ketidakberanian untuk bertanya.

Film 2025

‎Pemutaran film ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka. Antusiasme mahasiswa tampak dari pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknik sinematografi hingga konteks sejarah masing-masing film. Melalui agenda ini, Program Studi Ilmu Komunikasi berharap mahasiswa dapat memahami film sebagai media reflektif, historis, dan kritis dalam membaca realitas.




JE/WL - Humas

  kembali