USD – Minggu, 16 November 2025, Parade Gamelan Anak kembali diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan rangkaian Dies Natalis ke-70 di Panggung Realino, Kampus II Sanata Dharma. Tahun ini acara bertajuk "Gema Gangsa Hambuana.", yang bermakna keindahan dan keagungan bunyi gamelan yang menyatu dengan bumi pertiwi. Kegiatan ini menampilkan pertunjukan gamelan anak sebagai bentuk kampanye kepedulian dan pelestarian lingkungan.


Parade Gamelan tahun ini diselenggrakan dalam format perlombaan dengan beberbagai kategori yang diikuti oleh 10 sekolah dasar dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap sekolah tampil dengam membawakan gendhing sesuai variasi dan kreatifitas mereka. Semua peserta menunjukan kesiapan yang matang untuk acara ini. Salah satu peserta mengatakan bahwa mereka berlatih dengan giat selama 3 bulan untuk menghasilkan variasi gendhing yang kompak.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pejabat kampus, diantaranya Wakil Rektor IV Caecilia Tutyandari, Ph.D., Wakaprodi PGSD Dr. Rusmawan, S.Pd, Dekan FKIP Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., dan dosen pendamping Dr. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S.. Mereka datang untuk menyampaikan dukungan untuk pelestarian budaya melalui gamelan Jawa. Pada sambutannya, Wakil Rektor IV menyampaikan, "Kegiatan hari ini menjadi bagian dari upaya kami melestarikan budaya yang ada tanpa melupakan kearifan lokal yang kami hidupi saat ini."


Tahun ini Parade Gamelan mengundang tiga juri dari luar kampus yang menekuni kesenian jawa dan gamelan, yakni Bapak Hariyanto, S.Sn., M.Hum., Bapak Pardiman Djoyonegoro, dan Bapak Boedhie Pramono. Ketiganya telah memiliki pengalaman yang panjang dalam bidang gamelan, pendalangan, dan kompetisi musik nasional. Tidak hanya pertunjukan gamelan, namun juga terdapat sesi dongeng dan permainan tradisonal sebagai hiburan anak-anak karena acara diadakan dari pagi hingga sore hari. Pada sesi dongeng meriahkan oleh Kak Diaz dari Komunitas Jogja Mendongeng.
Pada akhir kegiatan terdapat pengumuman pemenang, pembagian sertifikat dan plakat untuk setiap sekolah. Pemenang lomba dibagi menjadi empat kategori yang berbeda. SD Tumbuh 1 memperoleh dua penghargaan Apresiasi SD Terbaik dan Pemain Kendang Terbaik melalui gendhing “Resik Bumiku, Lestari Budayaku.”. SD Krista Gracia Klaten meraih Pemain Bonang Terbaik dan Variasi Gendhing Terbaik lewat penampilan “Endahing Budayaku.”


Terselengaranya acara ini sebagai bagian dari Dies Natalis yang menunjukkan komitmen kuat Universitas Sanata Dharma dalam melestarikan budaya dengan menjembatani bakat generasi muda. Berbagai kolaborasi kegiatan antara gamelan, tarian, dan permainan tradisional menjadikan acara ini bukan hanya sekedar kompetisi, tetapi sebagai ruang ekspresi seni untuk anak-anak. Parade ini ditargetkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di tahun-tahun mendatang.
SH/DY/VCN - Humas
SH/DY/VCN - Humas



