USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Dari Sanata Dharma untuk Dunia: Gema Persaudaraan dan Harapan WUJA 2026

diupdate: 1 minggu yang lalu

1

USD - Setelah lima hari yang penuh dengan refleksi spiritual, pertukaran budaya, dan penguatan jejaring internasional, Kongres World Union of Jesuit Alumni (WUJA) XI di Yogyakarta resmi berakhir dengan sukses gemilang. Mengangkat tema besar “United in Spirit, Leading with Purpose”, acara ini berhasil mengumpulkan delegasi dari 57 negara untuk merumuskan arah masa depan alumni Jesuit di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

Perjalanan Lima Hari: Dari Ganjuran hingga Prambanan

Rangkaian kongres dimulai dengan hangatnya penyambutan di Universitas Sanata Dharma (USD), di mana para delegasi dari berbagai penjuru dunia mulai merasakan inklusivitas budaya Yogyakarta. Hari pertama ditandai dengan Misa Pembukaan di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, sebuah tempat yang menjadi simbol harmoni antara iman Katolik dan budaya lokal. Dalam homilinya, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar batas fisik, melainkan sebuah pembaruan spiritual yang merasuk ke dalam hati.

2

Memasuki hari kedua, suasana semakin dinamis dengan pembukaan resmi di Auditorium Driyarkara. Kehadiran Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, memberikan warna filosofis melalui konsep Sastra Gendhing, yang mengajak para alumni menemukan harmoni dalam perbedaan, layaknya irama gamelan. Pada hari yang sama, Fr. Arturo Sosa, SJ (Superior General Serikat Yesus), memberikan pidato kunci yang menantang para alumni untuk menghadapi "Frontier Baru", termasuk perkembangan Kecerdasan Buatan (AI), dengan tetap berpegang pada rekonsiliasi dan keadilan.

Hari ketiga bertepatan dengan Pesta Santo Ignatius Loyola, yang dirayakan dengan Ekaristi syukur di Auditorium Driyarkara. Fokus hari ini adalah kepemimpinan Ignasian di dunia yang "retak". Selain diskusi panel yang mendalam mengenai integrasi iman dan keadilan, para delegasi muda juga terlibat dalam sesi Lego Serious Play untuk memaknai filosofi kepemimpinan. Hari ini ditutup dengan pengalaman spiritual di Candi Borobudur dan makan malam persaudaraan di SMA Kolese De Britto yang kental dengan nuansa Nusantara modern.

Puncak emosional terjadi pada malam keempat melalui Gala Dinner di Pelataran Candi Prambanan. Di bawah bayang-bayang kemegahan candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut, para alumni merayakan ulang tahun ke-70 WUJA. Malam itu juga menjadi saksi penyerahan mandat tuan rumah, di mana Kongres WUJA 2030 resmi diumumkan akan diselenggarakan di Loyola College, India.

3

Manifesto Yogyakarta 2026

Pada hari terakhir, Kongres mencapai puncaknya dengan pengesahan 10 Resolusi dan "The Yogyakarta Manifesto". Manifesto ini bukan sekadar dokumen, melainkan pernyataan identitas dan komitmen alumni Jesuit sedunia untuk menjawab krisis global. Beberapa poin krusial dari Manifesto Yogyakarta 2026 meliputi, keyakinan mendalam bahwa dunia saat ini tidak hanya butuh organisasi tetapi komunitas yang sungguh-sungguh menghidupi nilai-nilai yang mereka wartaka, keberagaman sebagai anugerah dimana Yogyakarta telah mengingatkan bahwa keberagaman dapat tumbuh subur dalam harmoni, dan dialog jauh lebih kuat daripada konflik.

Kepemimpinan menjadi sebuah pelayanan yang menegaskan bahwa kepemimpinan sejati selalu berakar pada pelayanan yang rendah hati dan dibimbing oleh hati nurani. Kongres WUJA 2026 jembatan komitmen para alumni untuk, mendengarkan sebelum berbicara, dan berdiri di samping mereka yang miskin, terpinggirkan, serta terlupakan. Selain itu, ajakan untuk menjaga rumah bersama juga masuk dalam komitmen untuk mengintegrasikan tanggung jawab ekologis dalam setiap inisiatif alumni demi merawat bumi.

Manifesto ini diakhiri dengan semangat keberangkatan para delegasi meninggalkan Yogyakarta bukan hanya sebagai peserta kongres, melainkan sebagai rekan seperjalanan (companions) yang diutus kembali ke keluarga, tempat kerja, dan komunitas mereka untuk menjadi tanda harapan di dunia yang terluka.

4

Pesan Indah untuk WUJA 2026

Penyelenggaraan Kongres WUJA 2026 di Yogyakarta telah membuktikan bahwa ketika iman bertemu dengan budaya, dan kepemimpinan berpadu dengan kerendahan hati, sebuah kekuatan transformatif tercipta. Universitas Sanata Dharma telah menjadi jantung yang memompa semangat pelayanan ke seluruh penjuru dunia.

Momen ini adalah pengingat yang indah bahwa meski berasal dari latar belakang yang berbeda, kita semua disatukan oleh satu api spiritualitas yang sama. Seperti lilin-lilin kecil yang dinyalakan di Yogyakarta, kiranya setiap alumni membawa pulang cahaya itu untuk menerangi kegelapan, merajut kembali bagian dunia yang retak, dan senantiasa menemukan Allah dalam segala hal.


Selamat jalan para pembawa harapan, selamat melayani hingga kita berjumpa kembali di India 2030. United in Spirit, Leading with Purpose, Sent Forth to Transform the World!.



Humas USD

  kembali