USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kongres WUJA 2026 Hari Ketiga, Kepemimpinan Ignasian dan Gala Dinner di Kolese De Britto

diupdate: 1 minggu yang lalu

1

USD - Perayaan Ekaristi dalam rangka Pesta Santo Ignatius Loyola, rangkaian hari ketiga Kongres WUJA 2026 dilanjutkan dengan sesi kongres yang mengangkat berbagai isu mengenai kepemimpinan, dialog lintas agama, kolaborasi alumni, hingga pemberdayaan generasi muda. Bertempat di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Jumat, 31 Agustus 2026. Para delegasi dari berbagai negara mengikuti serangkaian diskusi dan presentasi yang merefleksikan tema "Ignatian Faith and Leadership in a Fractured World".

Sesi kongres dibuka melalui pemutaran pesan video dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang berhalangan hadir secara langsung. Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang hadir di Indonesia serta menegaskan bahwa penyelenggaraan WUJA Congress menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen global dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan.

"Pertemuan ini bukan sekadar reuni para alumni sebuah institusi pendidikan, tetapi juga refleksi dari komitmen global untuk menjawab tantangan zaman," ujar Nasaruddin Umar dalam pesan videonya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata kehidupan masyarakat yang dibangun di atas semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di tengah keberagaman agama dan budaya, lembaga pendidikan Jesuit di Indonesia, termasuk Universitas Sanata Dharma, dinilai telah berkontribusi membentuk pribadi yang mengutamakan pelayanan kepada sesama. Menurutnya, di tengah krisis perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan konflik global, alumni Jesuit memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jembatan dialog, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan perdamaian melalui pendidikan dan pelayanan.

2

Pembahasan kemudian berlanjut dalam Discussion Panel: Faith–Justice Integration yang menghadirkan Fr. Markus Solo Kewuta, SVD dan Fr. Benedictus Hari Juliawan, SJ, dengan Dr. Ouda Teda Ena sebagai moderator. Dalam paparannya, Fr. Markus yang bertugas di Dikasteri untuk Dialog Antaragama Takhta Suci menegaskan bahwa dialog antaragama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi Gereja. Menurutnya, Gereja masa kini dipanggil untuk hadir melalui dialog, kerja sama, dan kesaksian hidup bersama umat dari berbagai agama demi membangun perdamaian dan persaudaraan.

"Dialog antaragama merupakan bagian autentik dan integral dari misi evangelisasi Gereja," ungkap Fr. Markus Solo Kewuta, SVD.

Selain sesi utama di auditorium, penyelenggara juga menghadirkan kegiatan khusus bagi para delegasi muda melalui metode Lego Serious Play. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas delegasi dari berbagai negara untuk membangun sebuah menara Lego yang merepresentasikan makna kepemimpinan menurut pengalaman masing-masing. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan filosofi di balik hasil karyanya. Fondasi dimaknai sebagai kepercayaan dalam tim, tangga sebagai proses membimbing anggota tim untuk berkembang, bendera sebagai arah tujuan bersama, sementara beragam warna Lego melambangkan keberagaman latar belakang yang justru menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi.

3

Rangkaian kongres dilanjutkan dengan sesi Alpha Sigma Nu Honor Society yang dibawakan oleh Allison Morog, Jordan Glassman, dan Josh Madrid, Ph.D. Para pembicara memperkenalkan Alpha Sigma Nu sebagai organisasi kehormatan di lingkungan pendidikan Jesuit yang menjunjung tiga nilai utama, yakni Scholarship, Loyalty, dan Service. Mereka juga menjelaskan perjalanan organisasi tersebut yang kini berkembang menjadi komunitas alumni Jesuit berskala internasional dan terus mendorong anggotanya untuk mengembangkan kapasitas intelektual, memperdalam spiritualitas Ignasian, serta mengabdikan diri kepada masyarakat.

Selanjutnya, Fr. RB Hizon, SJ melalui sesi "From Graduates to Mission Partners" mengajak para alumni memandang kelulusan bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal keterlibatan dalam karya misi dan pelayanan. Gagasan tersebut diperkuat oleh Clara Mejía dari ASIA San Ignacio, Kolombia, dalam sesi "Beyond Graduation", yang menyoroti pentingnya menjaga jejaring alumni, memperluas kolaborasi lintas negara, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di institusi Jesuit.

Usai rangkaian sesi di Auditorium Driyarkara, para delegasi melanjutkan kegiatan dengan Borobudur Temple Immersion Experience, sebelum menutup hari ketiga melalui Networking & Fellowship Dinner yang diselenggarakan oleh SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, para tamu menikmati jamuan makan malam yang diiringi alunan musik gamelan Jawa yang dibawakan para siswa SMA Kolese De Britto, dengan penampilan yang dibawakan oleh Teater Seriboe Djendela. Teater Seriboe Djendela membawakan penampilan bertema “Nusantara Modern”, yang dibalut dalam bentuk drama musikal yang menceritakan persatuan dan kesatuan yang terbentuk dalam keberagaman, sejalan dengan semangat "United in Spirit".

4

Penampilan tersebut menjadi pengenalan budaya Indonesia sekaligus penutup rangkaian kegiatan hari ketiga Kongres WUJA 2026, juga dengan penampilan band yang membawakan lagu-lagu populer dan menggugah suasana dengan membangkitkan semangat di malam hari. Penampilan juga diisi oleh delegasi dari India yang membawakan satu lagu, disertai dengan lagu-lagu populer di Indonesia.




Humas USD

  kembali