
USD - Rangkaian hari kedua Kongres World Union of Jesuit Alumni (WUJA) XI di Universitas Sanata Dharma dilanjutkan dengan berbagai agenda yang diikuti para delegasi. Fokus agenda hari ini bergeser pada penguatan peran generasi muda serta perumusan langkah nyata bagi para alumni dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.
Salah satu agenda utama hari ini adalah audiensi khusus delegasi Youth Wing, bersama Fr. Arturo Sosa, SJ, Superior General Serikat Yesus. Pertemuan ini memperdalam enam poin refleksi yang disampaikan Fr. Sosa pada pembukaan, terutama mengenai keterlibatan kaum muda sebagai rekan dalam misi rekonsiliasi dan keadilan. Dalam diskusi tersebut, para alumni muda didorong untuk berani menghadapi "Frontier Baru", termasuk perkembangan kecerdasan buatan, dengan tetap berpegang pada tradisi pendidikan Jesuit yang mengedepankan hati nurani.
Selain itu, rangkaian sesi dari berbagai pembicara internasional hari ini menyoroti peran alumni dalam menjawab tantangan dunia modern. Kondisi ini merujuk pada dunia yang hanya mementingkan efisiensi dan keuntungan sehingga mengurangi rasa kemanusiaan.
Para pembicara menekankan bahwa alumni Jesuit harus mampu mengubah "retakan dunia" menjadi ruang di mana cinta dan keberanian moral dapat bekerja lebih giat. Hal ini selaras dengan ajaran Universitas Sanata Dharma mengenai pendidikan yang harus terus berlanjut dan berkembang.
Sesuai dengan filosofi Sastra Gendhing yang dipaparkan Sri Sultan, para alumni dari berbagai negara diajak untuk menemukan "ritme bersama" dalam keberagaman mereka. Persatuan ini bukan tentang meniadakan perbedaan, melainkan tentang menciptakan harmoni untuk menjaga keindahan alam semesta dan menghormati kehidupan, sesuai semangat Hamemayu Hayuning Bawana. Fokus kolaborasi masa depan ini diarahkan untuk menjadikan seluruh jejaring alumni global sebagai "benih masa depan" yang mengutamakan dialog dan perdamaian.
Hari kedua ini ditutup dengan suasana kontemplatif melalui sesi doa Examen yang dipimpin oleh Romo Alexander Koko Siswijayanto, SJ. Praktik ini mengajak para peserta untuk membedakan antara ambisi pribadi dengan panggilan pengabdian yang tulus. Refleksi ini bertujuan memupuk "api kecil" dalam diri setiap alumni agar tidak menghanguskan perbedaan, melainkan menerangi jalan untuk saling mengenali sebagai sesama ciptaan Tuhan dan menemukan jalan pulang menuju kemanusiaan yang sejati.
Humas USD




