USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Membangun Jejaring Belajar dari yang Terbaik: LPPM USD Gelar Studi Banding ke Empat Perguruan Tinggi

diupdate: 3 minggu yang lalu

1

USD - Selama tiga hari penuh, 24 hingga 26 Juni 2026, tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sanata Dharma (USD) melakukan kunjungan studi banding ke empat perguruan tinggi di Indonesia: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di Jawa Timur, serta Universitas Udayana (UNUD), Universitas Mahasaraswati Denpasar (UNMAS), dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Bali. Lebih dari sekadar perjalanan kelembagaan, kunjungan ini adalah upaya serius untuk belajar dari perguruan tinggi yang telah membuktikan diri dalam pengelolaan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan skor SINTA — indikator kinerja akademik yang semakin strategis di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Langkah pertama ditempuh di Sidoarjo, Rabu pagi, ketika tim LPPM USD tiba di kampus UMSIDA dan disambut oleh Direktur DRPM Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si. beserta seluruh jajaran Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM). Ketua LPPM USD, Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum., mengungkapkan bahwa alasan utama memilih UMSIDA adalah capaian skor SINTA bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang luar biasa tinggi — sebuah prestasi yang mendorong USD untuk langsung belajar dari sumbernya.

Dalam sesi berbagi yang berlangsung penuh antusias, terungkap bahwa kunci keberhasilan UMSIDA terletak pada sistem informasi yang terintegrasi secara menyeluruh. Setiap dosen wajib mengisi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sekaligus melaporkan kegiatan abdimas dan program SDGs melalui platform digital yang terhubung langsung dengan Sistem Kinerja Dosen (BKD Internal). Lebih jauh lagi, sistem ini disambungkan dengan mekanisme remunerasi — sehingga keaktifan dosen dalam riset dan pengabdian berdampak nyata pada penghasilan mereka. Hasilnya: seluruh ekosistem bergerak secara organik, tanpa perlu dorongan berulang dari pimpinan.

2

Program KKN di UMSIDA pun menjadi salah satu motor penggerak skor PkM yang tak terduga. Sejak 2023, UMSIDA menghadirkan skema KKN Mandiri bagi mahasiswa yang sudah bekerja, tetap dengan pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Data pengabdian yang dihasilkan dari setiap kegiatan KKN kemudian ditarik secara otomatis ke platform SINTA, menciptakan aliran data yang efisien dan terukur. Di atas itu semua, DRPM UMSIDA juga memberikan reward publikasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dosen. Pertemuan ditutup dengan hangat dan disertai harapan agar relasi USD–UMSIDA dapat segera diperkuat melalui penjajakan Memorandum of Understanding (MoU).

Keesokan harinya, Kamis pagi, tim USD meneruskan perjalanan ke Pulau Dewata dan tiba di LPPM Universitas Udayana (UNUD) yang megah di Kampus Bukit Jimbaran. UNUD adalah salah satu universitas terbesar di Indonesia — dengan lebih dari 35.000 mahasiswa, 1.600 dosen, 250 Guru Besar, dan 13 fakultas yang tersebar di tiga kampus. Sesi perkenalan berjalan komprehensif dengan paparan lengkap tentang visi, misi, dan tata kelola LPPM. Yang paling mencuri perhatian adalah keragaman skema hibah internal UNUD yang mencapai 14 jenis — mulai dari Hibah Penelitian Unggulan Udayana (PUU) senilai Rp 400 juta untuk publikasi Scopus Q1, Hibah Hilirisasi Inovasi Udayana (HINOVU) senilai Rp 300 juta, hingga berbagai skema pengabdian dan KKN.

Insentif publikasi pun dikelola secara serius: dosen yang berhasil menembus jurnal Scopus Q1 mendapatkan apresiasi Rp 25 juta, dan skema ini berjenjang hingga Q4. Tidak berhenti di situ, UNUD juga menjalin kemitraan aktif dengan 270 desa binaan serta mendampingi lebih dari 1.600 desa adat di Bali — sebuah wujud nyata dari komitmen universitas untuk menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal.

Siang harinya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Universitas Mahasaraswati Denpasar (UNMAS) dan diterima di Ruang Rektorat oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., beserta jajaran LPPM yang dipimpin oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Ni Wayan Rustiarini, S.E., M.Si., Ak., CA. UNMAS membawa perspektif yang segar dalam hal tata kelola KKN tematik: mahasiswa dirancang bukan sekadar "turun ke desa", melainkan mengemban program-program terstruktur yang terintegrasi dengan agenda nasional, mulai dari pembangunan desa, kewirausahaan, hingga proyek kemanusiaan. Setiap DPL pun diwajibkan mengikuti Training of Trainer (TOT) sebelum bertugas, menjamin kualitas pendampingan di lapangan. Di sisi lain, UNMAS juga mengembangkan ekosistem penerbitan internal lewat UNMAS Press — memberikan insentif kepada dosen yang menerbitkan buku ajar, referensi, dan monograf dua kali setahun. Mekanisme pendanaan riset multi tahun pun diterapkan secara cerdas: pencairan dilakukan dua tahap (50%–50%), di mana tahap kedua baru diserahkan setelah artikel publikasi benar-benar terselesaikan. Cara ini efektif memastikan bahwa riset bukan sekadar selesai di atas kertas, tetapi menghasilkan luaran nyata yang dapat dipertanggungjawabkan.

3

Rangkaian kunjungan dituntaskan dengan singgah di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali. Tim LPPM USD diterima langsung oleh Ketua LPPM Undiksha dalam suasana kolegial yang hangat. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang bermakna tentang pengelolaan riset dan pengabdian, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kedua institusi. Undiksha, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan di Bali, berbagi perspektif tentang pentingnya membangun budaya riset yang inklusif dan berorientasi pada dampak sosial — sebuah nilai yang sangat beresonansi dengan semangat yang selama ini dijunjung USD.

Tiga hari perjalanan ini meninggalkan banyak bekal bagi LPPM USD. Ada benang merah yang terasa kuat dari setiap kunjungan: bahwa peningkatan skor SINTA bukan semata soal mengejar angka, melainkan buah dari ekosistem yang dibangun dengan sungguh-sungguh — sistem informasi yang mendukung, dosen yang termotivasi, luaran yang terstruktur, dan kemitraan yang dirawat dengan konsisten. Wakil Ketua LPPM USD, A. Prasetyadi, M.Si., Ph.D., turut menegaskan bahwa kunjungan ini membuka banyak perspektif baru yang akan menjadi bahan refleksi serius bagi USD ke depannya. USD kini pulang membawa inspirasi sekaligus peta jalan: memperkuat sistem terintegrasi, mengembangkan skema insentif yang nyata, menjadikan KKN sebagai ujung tombak pengabdian, dan membangun jejaring kelembagaan yang lebih luas. Sebuah perjalanan belajar yang, pada akhirnya, adalah investasi untuk masa depan kampus dan masyarakat yang dilayaninya.




SCN/LPPM
Editor : Jean Pierre

  kembali