
USD - Pengelolaan sampah di lingkungan kampus memerlukan penanganan serius sekaligus inovatif. Guna memperkaya wawasan dan referensi, lima anggota Green Team dari Pusat Studi Lingkungan (PSL) Universitas Sanata Dharma (USD) turut bertolak ke kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangkaian agenda studi banding USD pada Rabu (10/6).
Dalam kesempatan ini, PSL secara khusus mengunjungi instalasi pengelolaan sampah terpadu UMY. Di sana, implementasi teknologi dan manajemen pengelolaan limbah kampus dioperasikan sehari-hari, didiskusikan secara hangat bersama Dr. Ir. Ferriawan Yudhanto, S.T., M.T. selaku Kepala Sub-Direktorat Operasional untuk Lingkungan dan Pengelolaan Sampah UMY. Beliau dengan senang hati memandu peserta memutari fasilitas, hingga menjelaskan pengembangan teknologi yang menjadi andalan UMY dalam pengolahan sampah kampus.
Titik pertama adalah area pemilahan botol plastik bekas air mineral. Di sini, Ferri bersama petugas pengelola sampah dari UMY mempraktikkan cara mengoperasikan mesin press botol plastik. Botol-botol yang tadinya menumpuk dan memakan tempat diolah menjadi tumpukan yang ringkas dan rapi. "Hasil pengepresannya relatif konsisten. Satu balok kotak berisikan botol plastik ini bobotnya bisa mencapai 9 hingga 10 kilogram. Dengan metode ini, penyimpanan sampah plastik jadi jauh lebih ringkas sebelum nantinya disalurkan ke mitra pengolah sampah untuk didaur ulang," ujar Ferri.
Rombongan kemudian bergeser ke area teknologi insinerator. "Teknologi pembakaran limbah ini memegang peranan penting untuk memusnahkan sampah-sampah residu atau jenis sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang lagi. Melalui proses pembakaran yang terkontrol, volume sampah yang harus dibuang keluar dapat ditekan secara signifikan." jelas Ferri.
Tidak hanya sampah anorganik, limbah organik seperti daun-daun kering yang berguguran di area kampus juga dikelola. Daun-daun yang dikumpulkan dicacah menggunakan mesin hingga menjadi serpihan kecil. Ferri menjelaskan bahwa proses pencacahan ini merupakan langkah awal yang krusial karena serpihan daun kecil akan lebih cepat terproses pada tahap berikutnya yaitu menjadi pupuk kompos siap pakai.
Kunjungan yang berlangsung interaktif ini berjalan penuh kehangatan melalui diskusi santai. Bagi Green Team-PSL USD, melihat langsung pemanfaatan teknologi pengelola sampah memberikan inspirasi hingga ide segar yang siap dikaji untuk kemudian dikembangkan ataupun diimplementasikan di lingkungan USD.
Yosaphat Widya Asmara – PSL USD
Editor : Jean Pierre
Yosaphat Widya Asmara – PSL USD
Editor : Jean Pierre




