USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa PGSD Asal Papua Hadirkan Dongeng Boneka Edukatif bagi Siswa SD Kanisius Sengkan

diupdate: 1 bulan yang lalu

Persiapan di balik layar dari mahasiswa PGSD

USD - Ratusan siswa SD Kanisius Sengkan antusias mengikuti pertunjukan dongeng boneka yang dibawakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) asal Papua pada Senin (9/6). Kegiatan ini merupakan proyek mata kuliah Edupreneurship yang diampu oleh FX. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A. atau yang akrab disapa Romo Murti.

Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun cerita, tetapi juga merancang tokoh, membuat boneka tangan, menyiapkan properti panggung, dan menampilkan pertunjukan secara langsung di hadapan anak-anak. Panggung sederhana dengan latar rumah dan pepohonan menghadirkan suasana hangat yang mengundang siswa untuk terlibat aktif dalam cerita.

Penyampaian Pesan Dari Romo Murti

Pertunjukan mengangkat kisah "Adi dan Gadgetnya", sebuah cerita tentang seorang anak yang mengalami penurunan prestasi karena kecanduan gadget. Melalui pendampingan orang tua dan kebiasaan "puasa gadget" setiap pukul 18.00–21.00 WIB, Adi perlahan kembali disiplin, fokus belajar, dan meraih prestasi di sekolah. Cerita ini mengajak anak-anak memahami pentingnya penggunaan teknologi secara bijak serta peran keluarga dalam mendukung proses belajar.

Bagi mahasiswa PGSD asal Papua, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif, humanis, dan dekat dengan dunia anak. Sebagai calon guru yang kelak mengabdi di berbagai wilayah Papua, mereka diajak untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan imajinasi, dan penumbuhan nilai-nilai kemanusiaan.

Suasana Siswa-Siswi yang mendengarkan dan menyimak dongeng

"Guru tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kemanusiaan. Anak-anak perlu ruang untuk berimajinasi, berekspresi, dan belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka," ungkap Romo Murti.

Melalui mata kuliah Edupreneurship, Universitas Sanata Dharma terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan karya-karya pendidikan yang kreatif dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan di SD Kanisius Sengkan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut, sekaligus mencerminkan semangat USD dalam membentuk calon guru yang kompeten, humanis, dan mampu mengajar dengan hati.




ADSK
Editor : Jean Pierre

  kembali