USD - Universitas Sanata Dharma (USD) terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengedukasi generasi muda agar memiliki ekologis yang tinggi. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, USD kembali menyelenggarakan program tahunan Retret Ekologis. Pada tahun ini, kegiatan kursus dan retret ekologis ini dilaksanakan di Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT), Salatiga, salah satu lembaga karya Serikat Yesus Provinsi Indonesia yang bergerak di bidang pemberdayaan petani.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di bulan Mei 2026, ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa akan pentingnya merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Melalui pendekatan yang reflektif sekaligus praktis, para mahasiswa diajak untuk sejenak rehat dari rutinitas akademik dan kebisingan kota guna membangun kembali kedekatan dengan semesta.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di bulan Mei 2026, ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa akan pentingnya merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Melalui pendekatan yang reflektif sekaligus praktis, para mahasiswa diajak untuk sejenak rehat dari rutinitas akademik dan kebisingan kota guna membangun kembali kedekatan dengan semesta.

Sebanyak 34 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Sanata Dharma antusias mengikuti jalannya retret ini. Menariknya, sebagian dari peserta yang hadir merupakan para co-fasilitator dosen pembimbing akademik. Mereka dipersiapkan secara khusus untuk nantinya mendampingi mahasiswa angkatan 2025 (semester 2) dalam kegiatan Formasi Cerdas Humanis (FCH) 2 yang akan berfokus pada tema ekologi integral.
Guna memberikan pemahaman yang mendalam, kegiatan retret ini didampingi langsung oleh Bruder Antonius Dieng Karnedi, S.J., selaku Direktur KPTT, bersama Bapak Willy. Di bawah bimbingan para mentor yang berpengalaman tersebut, jalannya retret sengaja didesain agar lebih menekankan pada pengalaman langsung (experiential learning). Para mahasiswa tidak hanya duduk mendengar teori di dalam ruangan, melainkan langsung turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan tanaman, menyentuh tanah, mengolah pupuk, hingga merawat binatang peternakan.


Melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan alam ini, para mahasiswa diharapkan dapat merasakan kedekatan yang personal dengan bumi. Dari kedekatan itulah, lahir kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral untuk mempraktikkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, sekaligus siap menjadi agen perubahan ekologis yang akan membagikan semangat ini kepada sesama rekan mahasiswa di kampus.
Yosaphat Widya Asmara - Staff WR 3




