
USD – Universitas Sanata Dharma (USD) melalui kolaborasi antara Green Team USD dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan aksi lingkungan bertajuk "Sadhar Peduli Lingkungan 2026" di kawasan Pantai Pandansari pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dengan mengusung tema "Satu Tanganmu, Satu Aksi Nyata Untuk Alammu", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam merawat bumi.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini hadir dengan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain melakukan pembersihan area pantai, para peserta juga memperluas jangkauan aksi bersih-bersih hingga ke area pemukiman warga sekitar. Inovasi utama dalam pelaksanaan tahun ini adalah penyelenggaraan workshop demonstrasi pembuatan pupuk kompos yang ditujukan untuk memberikan edukasi praktis mengenai pengelolaan sampah organik kepada peserta dan masyarakat.

Koordinator Green Team USD, Rm. Eko Budi Santoso, SJ, S.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa pihak universitas memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa ini. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye besar mengenai Ekologi Integral yang sedang dijalankan oleh Green Team USD. Melalui aksi nyata, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis, tetapi juga kepekaan sosial terhadap lingkungan. "Kami tentunya mendukung setiap kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan lingkungan supaya mahasiswa memiliki kepedulian, supaya mereka (mahasiswa) tetap terlibat, meskipun kecil, dalam upaya merawat bumi sebagai rumah kita bersama," ujar Rm. Eko Budi Santoso.
Kesadaran untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan menjadi motivasi utama bagi para volunteer. Gracia Vedruna Xristy Alna, yang kerap disapa Gracia, mahasiswi Psikologi angkatan 2024 yang turut menjadi volunteer, mengungkapkan bahwa ketertarikannya bermula dari mata kuliah lintas prodi "Healing Earth" di program studi Pendidikan Biologi. Baginya, kegiatan di Pantai Pandansari merupakan kesempatan untuk menyalurkan ilmu tentang penyembuhan bumi secara langsung. "Merasa enjoy banget dan seru juga karena dinamikanya menyertakan masyarakat sekitar, ilmunya jadi lebih terpakai," tutur Gracia saat menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan warga dalam aksi tersebut.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Presiden BEM USD, Carmelina Putri Sagala, menjelaskan bahwa konsep Sadhar Peduli Lingkungan 2026 memang dirancang untuk lebih inklusif dan edukatif. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan aksi ini, di mana mahasiswa tidak hanya sekadar memungut sampah, tetapi juga meninggalkan pengetahuan bermanfaat seperti teknik pengomposan bagi masyarakat lokal.
Penekanan pada aksi nyata ini dinilai sangat efektif dalam membangun karakter mahasiswa. Rm. Eko menambahkan bahwa proses kesadaran lingkungan yang dilakukan secara langsung di lapangan jauh lebih berdampak dibandingkan sekadar teori di kelas. Beliau berharap di masa mendatang, keterlibatan masyarakat dapat terus ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun keragaman aktivitas ekologis yang dilakukan.
Penekanan pada aksi nyata ini dinilai sangat efektif dalam membangun karakter mahasiswa. Rm. Eko menambahkan bahwa proses kesadaran lingkungan yang dilakukan secara langsung di lapangan jauh lebih berdampak dibandingkan sekadar teori di kelas. Beliau berharap di masa mendatang, keterlibatan masyarakat dapat terus ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun keragaman aktivitas ekologis yang dilakukan.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, pihak universitas berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai motor penggerak kesadaran ekologis yang lebih luas di lingkungan kampus Sanata Dharma, demi terwujudnya lingkungan yang lebih sehat dan asri di masa depan.
JE/WL/VCN/KVN - Humas USD




