USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Formasi Cerdas dan Humanis Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan Lewat Aksi Nyata

diupdate: 2 minggu yang lalu

USD - Universitas Sanata Dharma kembali menegaskan komitmennya terhadap isu lingkungan melalui talkshow Formasi Cerdas Humanis (FCH) 2 bertema “Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama.” Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber salah satunya merupakan pegiat dari konservasi anggrek Merapi, Pak Musimin, serta mahasiswa Program Studi Informatika USD yang mempresentasikan inovasi teknologi berbasis Augmented Reality (AR) untuk edukasi lingkungan. Talkshow ini menjadi ruang refleksi bahwa pelestarian alam membutuhkan keterlibatan lintas generasi dan disiplin ilmu.

3

Dalam pemaparannya, Pak Musimin membagikan pengalaman merintis konservasi anggrek Merapi sejak 1996. Ia mengaku terdorong melakukan pelestarian setelah erupsi Gunung Merapi menyebabkan banyak populasi anggrek hilang dari habitat aslinya. Dari sekitar 150 jenis anggrek yang pernah ditemukan di kawasan Merapi, kini tercatat sekitar 124 spesies dan 84 di antaranya berhasil dibudidayakan sebagai upaya konservasi.

1

Menurut Musimin, anggrek bukan sekadar tanaman hias, tetapi bagian penting dari keseimbangan ekosistem. Ia menjelaskan bahwa keberadaan anggrek dapat mendukung kehidupan makhluk lain, termasuk menjadi tempat hidup satwa kecil di alam. “Kita butuh alam, bukan alam yang butuh kita,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa konservasi tidak berarti mengambil tanaman dari habitatnya, melainkan menjaga agar flora tetap hidup secara alami di lingkungannya.

Selain itu, narasumber dari WWF Indonesia, Sekar, turut hadir memberikan pandangan WWF Indonesia terkait topik merawat bumi sebagai rumah bersama. Beliau menyampaikan bagaimana WWF Indonesia mengolah sampah di tingkat rumah tangga dan pada fasilitas pendidikan. 

"WWF Indonesia memberikan akses basic waste collection kepada 23.931 rumah tangga serta edukasi pemilahan dan daur ulang sampah pada fasilitas pendidikan lewat program Zero Waste School. Selain itu, WWF juga mendirikan 3 bank sampah induk dan 8 bank sampah unit," ujar Sekar.

Sementara itu, mahasiswa Informatika USD memperkenalkan proyek pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dikembangkan dalam perkuliahan teknologi digital. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan kampus melalui sistem pemindaian marker. Inova's ini berangkat dari kondisi Kampus 3 USD yang dikenal sebagai kawasan hijau dengan ratusan jenis pohon, tetapi belum banyak dikenali oleh civitas akademika.

2

Salah satu tanaman yang diangkat dalam aplikasi tersebut adalah pohon puspa, tanaman langka yang tumbuh di kawasan Kampus 3 USD. Mahasiswa menjelaskan bahwa pohon puspa memiliki kemampuan bertahan di tanah kurang subur dan tahan terhadap api sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk reklamasi lahan. Melalui aplikasi AR, pengguna dapat mengakses informasi mengenai nama ilmiah, karakteristik, hingga manfaat ekologis tanaman secara interaktif dan lebih mudah dipahami.

Talkshow FCH 2 menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, baik lewat konservasi langsung maupun pemanfaatan teknologi. Melalui kegiatan ini, USD tidak hanya mendorong kesadaran ekologis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara pengalaman lapangan dan inovasi digital dapat menjadi langkah nyata dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
 


AC/AK - Humas

  kembali