USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Perkuat Etika Penelitian, USD dan STIKes Panti Rapih Gelar Workshop Telaah Etik yang Baik

diupdate: 1 bulan yang lalu

STIKES

Workshop bertajuk “Telaah Etik yang Baik” sukses diselenggarakan oleh Komite Etik Penelitian (KEP) Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) STIKes Panti Rapih Yogyakarta pada 16–17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kadarman, Kampus II Universitas Sanata Dharma ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari kedua institusi. Kolaborasi ini semakin kuat dengan keterlibatan tim Forum of Indonesian Recognized Research Ethics Committee (FIRREC) yang hadir sebagai narasumber sekaligus moderator dalam berbagai sesi workshop.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D., yang menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kualitas dalam pelaksanaan penelitian. Pembukaan dipandu oleh MC Maria Dwi Budi Jumpowati, S.Si., dengan moderator Harnawan Rizky, S.Si., MOHRE. Kegiatan diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sesi foto bersama yang melibatkan perwakilan Universitas Sanata Dharma, STIKes Panti Rapih, dan tim FIRREC.

STIKES

Pada hari pertama, materi dasar mengenai prinsip etik penelitian yang melibatkan manusia disampaikan oleh Prof. drg. Anton Rahardjo, M.Sc. (PH), Ph.D., yang juga merupakan bagian dari tim FIRREC. Ia menekankan pentingnya prinsip respect for persons, beneficence, dan justice dalam setiap penelitian. Selanjutnya, Monalisa Waworundeng yang juga terlibat dalam FIRREC membawakan materi mengenai prosedur telaah awal protokol penelitian dan mekanisme rapat full board. Kehadiran narasumber dari FIRREC memberikan perspektif nasional yang memperkaya pemahaman peserta.

Materi berlanjut pada topik informed consent dan assent oleh Prof. Anton Rahardjo, serta pembahasan tentang pertimbangan risiko dan manfaat serta perlindungan partisipan rentan oleh Harnawan Rizky. Sesi ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Pada sesi praktik initial review, peserta dibagi dalam kelompok untuk mengkaji berbagai kasus nyata, termasuk penelitian teknik oleh Dr. Eng. Ir. Agus Didit Haryanto, M.T., penelitian pendidikan dan sosial humaniora oleh Prof. Dr.dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Med.Ed., M.Kes., serta penelitian kesehatan yang dipandu oleh Prof. Anton Rahardjo.
Memasuki hari kedua, kegiatan kembali melibatkan tim FIRREC secara aktif, baik sebagai moderator maupun narasumber. Sesi dipandu oleh MC Bernadetta Eka Noviati, S.Kep., Ns., M.M., yang juga merupakan Ketua KEPK STIKes Panti Rapih dengan moderator Prof. Anton Rahardjo. Materi mengenai amandemen protokol disampaikan oleh Monalisa Waworundeng, diikuti oleh pembahasan progress report dan final report oleh Harnawan Rizky. Selanjutnya, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K) yang juga merupakan bagian dari jejaring keilmuan yang mendukung FIRREC membawakan materi terkait safety reporting, protocol deviation, serta early termination dalam penelitian.

STIKES

Pada sesi siang hari, peserta mengikuti praktik post approval review dengan pendampingan langsung dari para narasumber. Sesi ini dipandu oleh Prof. Dr.dr. Eti Nurwening Sholikhah, Harnawan Rizky, serta Prof. Tri Wibawa. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami pentingnya pengawasan berkelanjutan setelah persetujuan etik diberikan, termasuk dalam pengelolaan perubahan protokol dan pelaporan hasil penelitian secara akuntabel.

Workshop ditutup dengan evaluasi dan post-test yang difasilitasi oleh tim FIRREC sebagai bagian dari penguatan pelatihan. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mempererat kolaborasi antara KEP Universitas Sanata Dharma dan KEPK STIKes Panti Rapih, tetapi juga menghadirkan kontribusi signifikan dari FIRREC dalam meningkatkan standar dan kualitas telaah etik di perguruan tinggi. Diharapkan, melalui workshop ini, para peserta mampu menghasilkan keputusan etik yang lebih profesional, objektif, serta menjunjung tinggi perlindungan terhadap subjek penelitian.
 

SCN/LPPM

  kembali