USD — Suasana duka yang mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Sanata Dharma atas berpulangnya Dr. Heribertus Herry Maridjo, M.Si., salah satu dosen yang telah lama mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Almarhum telah dipanggil Tuhan pada Minggu, 29 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan iman Minggu Palma.


Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Misa Requiem (Misa Arwah) bagi almarhum dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Kapel St. Bellarminus Universitas Sanata Dharma. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga besar, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kerabat dekat yang mengenal sosok Bapak Herry
Misa dipimpin oleh Rm. Ignatius Swasono, S.J. sebagai konselebran utama, didampingi oleh Rm. Antonius Sumarwan, S.J. dan Rm. James J. Spillane, S.J. Dalam homili yang disampaikan oleh Rm. Spillane, S.J., kepergian Bapak Herry mengajak kita semua untuk berefleksi tentang makna kematian dalam terang kebangkitan Kristus dan kehadiran Kristus yang baru saja dirayakan pada hari yang lalu. "St. Ignatius mengatakan kematian adalah guru yang baik, maka kita perlu berefleksi atas apa yang hidup dalam hidup manusia. Pak Herry melalui hidupnya, mengajarkan kita sesuatu yang penting dalam hidup kita, Hal yang paling berarti mengenai hidup sebagai perjalanan," Ucap sepenggal homili dari Rm. Spillane, S.J..


Selama hidupnya, Dr. Heribertus Herry Maridjo, M.Si. dikenal sebagai sosok pendidik yang berdedikasi tinggi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan nilai dan keteladanan bagi mahasiswa. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan kampus menjadi warisan yang dikenang oleh banyak pihak. Pengabdian Bapak Herry ini juga menjadi salah satu cerminan Universitas Sanata Dharma yang memberikan suatu bentuk pelayanan cinta kasih selama 70 tahun sejak berdirinya. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Wakil Rektor II, Dr. Yohanes Harsoyo, M.Si. dalam sambutannya. "Universitas Sanata Dharma turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Almarhum dinilai sebagai pribadi yang memiliki integritas, komitmen, dan semangat pengabdian yang tinggi dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi."


Usai perayaan Misa Requiem, jenazah almarhum diberangkatkan menuju tempat Rumah Duka dan akan dimakamkan pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Seluruh keluarga besar Universitas Sanata Dharma mendoakan agar almarhum memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan.
JE/BTG - Humas




