USD Akreditasi A Alumni Email USD

Perayaan Natal 2025 di Kapel St. Bellarminus Bellarminus: Kristus Hadir di Palungan Kehidupan Kita

diupdate: 1 minggu yang lalu

NATALAN

Suasana penuh sukacita menyelimuti Kapel St. Robertus Bellarminus Universitas Sanata Dharma pada perayaan Natal 2025. Perayaan Ekaristi Malam Natal (Rabu, 24 Desember 2025) dan Hari Raya Natal (Kamis, 25 Desember 2025) menghadirkan momen spiritual mendalam bagi seluruh umat yang merayakan kelahiran Sang Juru Selamat.

Malam Natal: Menyambut Sang Immanuel

Perayaan Ekaristi Malam Natal dipimpin Rm. Gregorius Budi Subanar SJ sebagai selebran utama, bersama Rm. Jakobus Aditya Christie Manggala SJ dan Rm. Alexander Hendra Dwi Asmara SJ sebagai konselebran.

Suasana khidmat menyelimuti kapel saat perarakan Bayi Yesus diiringi lagu "Malam Kudus". Setelah Maklumat Kelahiran Yesus Kristus dikumandangkan, Maria dan Yusuf secara simbolis menyerahkan patung Kanak-Kanak Yesus kepada Imam yang meletakkannya di palungan. Dalam keheningan, seluruh umat berlutut memanjatkan doa, memohon agar Kristus—Sang Immanuel—menyertai setiap keluarga dan civitas akademika Universitas Sanata Dharma.

NATALAN

Palungan Sebagai Ruang Solidaritas Allah
 
Rm. Jakobus Aditya Christie Manggala SJ dalam homili menjelaskan bahwa kata "katalyma" merujuk pada "ruang tamu" di rumah kerabat, bukan penginapan komersial.

"Yesus lahir bukan di tempat yang ditolak, tetapi di tengah keramaian orang kecil, di tengah keterbatasan bersama. Palungan adalah peristiwa solidaritas Allah yang luar biasa," jelasnya.

Beliau mengajak refleksi: "Jika Yesus lahir di Indonesia saat ini, palungannya mungkin di barak pengungsian, asrama mahasiswa, atau bagian sudut rumah. Maknanya, Tuhan tidak menunggu hidup kita rapi dulu. Ia datang saat hidup masih berantakan."

Rm. Aditya mengajukan pertanyaan menyentuh: "Kalau diri Anda adalah palungan, di bagian mana Bayi Yesus akan Anda baringkan?"

"Palungan adalah ruang yang tidak sempurna tetapi tersedia. Natal mengundang kita memberi ruang. Di titik terlemah itulah Sang Juru Selamat ingin dibaringkan untuk mengubah kerapuhan menjadi kekuatan dan harapan."

NATALAN
 
Hari Raya Natal: Pergi ke Betlehem Kita Masing-Masing

Perayaan Hari Raya Natal dipimpin Rm. Jakobus Aditya Christie Manggala SJ. Dalam homili misa fajar, beliau merenungkan kisah para gembala yang pergi ke Betlehem.

"Para gembala tidak berhenti pada kekaguman, tetapi bergerak. Iman mereka adalah iman yang berjalan," kata Rm. Aditya.
Allah memilih gembala, bukan tokoh agama sebagai pewarta pertama Natal. "Betlehem bisa hadir dalam diri orang yang kita cintai, yang kita layani, yang membutuhkan penghiburan, bahkan dalam hati kita yang rapuh."

Rm. Aditya menutup dengan alur iman Natal: mendengar—pergi—melihat—mewartakan—memuliakan Allah.

"Natal adalah cara hidup: berani bergerak dari zona nyaman, berani melihat Allah hadir dalam kesederhanaan, dan berani menjadi saksi di dunia yang kehilangan harapan."




VNA/JRK/GS

  kembali