USD Akreditasi A Alumni Email USD

AI-Assisted Research on Critical Discourse Analysis: Kuliah Umum oleh MKBI

diupdate: 1 bulan yang lalu

kbi

USD- Jumat, 28 November Program Studi Kajian Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kuliah umum bertajuk AI-Assisted Research on Critical Discourse Analysis (Penelitian Analisis Wacana Kritis Berbantuan AI) di Ruang 304 Gedung Pascasarjana. Acara yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini menghadirkan Dr. B.B. Dwijatmoko, M.A. sebagai pembicara.

Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bagian dari seri pendampingan penulisan tugas akhir oleh Program Studi Kajian Bahasa Inggris bagi mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta mengenai konsep inti Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA), sekaligus mengeksplorasi bagaimana teknologi AI dapat mendukung proses analisis mereka dalam penelitian.

Acara ini menarik minat peserta dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Sanata Dharma, Universitas Respati Yogyakarta, STBA LIA Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kehadiran peserta dari beragam institusi ini memperkaya diskusi dan memperluas perspektif dalam memahami praktik CDA di berbagai konteks akademik.

Dalam penjelasannya mengenai konsep dasar teks dan berbagai pendekatan analisis, Dr. Dwijatmoko menyampaikan bahwa teks adalah segala sesuatu yang tertulis atau ditampilkan untuk komunikasi, meskipun hanya terdiri dari simbol-simbol, karena proses memproduksi dan memahami simbol melibatkan bahasa. Terdapat berbagai jenis analisis teks, mulai dari analisis teks, analisis percakapan, pragmatik, sosiolinguistik, hingga analisis naratif.

Ia menekankan pada tiga dimensi analisis teks menurut Fairclough (1989, 1995) untuk memahami sebuah teks. Saat membahas sistem matrilineal Minangkabau, ia menyajikan analisis menarik tentang kisah Malin Kundang untuk menunjukkan bagaimana konteks sosial memberikan makna pada sebuah teks, serta membandingkan cerita tersebut dengan lagu "Kasih Ibu" karya Mochtar Embut.

kbi

Dr. Dwijatmoko juga membahas langkah-langkah analisis tematik: memahami data, membuat kode (coding), mencari tema, meninjau tema, mendefinisikan tema, dan menuliskan hasil analisis untuk membedah sebuah teks. Untuk mendukung analisis tema tersebut, ia mengusulkan penggunaan Tata Bahasa Fungsional Sistemik (Systemic Functional Grammar/SFG).

Inti dari kuliah ini terletak pada aspek "kritis" dari CDA. CDA berbeda dengan analisis wacana pada umumnya karena CDA tidak hanya menganalisis teks, tetapi juga mempertanyakan kekuasaan dan ideologi yang tersembunyi di dalamnya. Hal ini penting mengingat bahasa adalah alat yang kuat untuk melanggengkan kekuasaan.

Dr. Dwijatmoko menutup pemaparannya dengan harapan agar semakin banyak mahasiswa, baik jenjang sarjana maupun pascasarjana, yang mengangkat topik CDA dalam penulisan tugas akhir mereka, karena CDA menantang mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Selain itu, kemajuan teknologi kecerdasan buatan menawarkan bantuan yang sangat besar dalam melakukan Analisis Wacana Kritis.

  EE/MC - MKBI

  kembali