USD Akreditasi A Alumni Email USD

ICRE 2025 Menjaring Strategi Pendidikan Global di Era AI dan Keberlanjutan Ekologis

diupdate: 1 bulan yang lalu

USD - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan International Conference on Research in Education (ICRE) 2025 pada 27 hingga 28 November 2025 di Ruang Seminar Driyarkara. Konferensi yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-70 FKIP ini mengangkat tema, "AI and the Future of Global Education: Harnessing Technology for Human Dignity and Ecological Sustainability".

ICRE 2025

Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., menyambut para peserta dengan kegembiraan, "Tema konferensi secara indah menyatukan visi inti humanisme integral, yang tercermin dalam penekanan pada martabat manusia dan keberlanjutan, dengan realitas dunia saat ini, khususnya peran AI dalam keberlanjutan ekologis. Mengutip gagasan Paus Leo XIV mengenai batas-batas teknologi dalam pendidikan, mengingatkan bahwa tidak ada algoritma yang dapat menggantikan apa yang membuat pendidikan menjadi manusiawi." ujarnya.

ICRE 2025

Pada pembukaan ICRE 2025 kali ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga menerbitkan dan memperkenalkan buku berjudul "Pendidikan Yang Memanusiakan di Era AI". Buku ini menjadi salah satu sumber pengetahuan yang akan mendukung pendidikan era modern untuk semakin mampu mengintegrasikan AI di dalam pembelajaran. ICRE 2025 membahas perlunya tindakan kolektif global untuk menanggapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi. Diselenggarakan dalam 4 sesi utama yang dibawakan oleh para pakar meliputi Prof. Concilianus Laos Mbato, Prof. Vincent Geiger, Prof. Dr. C. B. Mulyatno, Pr., dan Prof. Zsolt Lavicza. Hal ini sejalan dengan "Global Compact of Education", diperkenalkan oleh Paus Fransiskus, yang mengundang aliansi dan jaringan untuk mendidik dalam persaudaraan universal, mencakup tujuh komitmen mulai dari menempatkan individu sebagai pusat utama hingga merawat rumah kita bersama. Selain fokus pada humanisme, isu keberlanjutan ekologis yang terkait dengan AI juga menjadi perhatian utama.

ICRE 2025

Konferensi ini dihadiri oleh 100 presenter terdaftar, 72 hadir secara fisik dan 28 secara daring, dengan melibatkan delegasi dari Indonesia, Jepang, Hongaria, Oman, Austria, Australia, Nigeria, Belanda, Filipina, Qatar, dan Amerika Serikat, serta partisipan dari Kanada dan Thailand. Acara ditutup dengan penganugerahan kategori "Best Student Presenter" dan kategori "Best General Presenter", yang masing-masing dimenangkan oleh Yosi Cahyaningtyas Fitri dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Destri Sambara Sitorus dari Universitas Kristen Satya Wacana. Acara ditutup dengan penutup dari ketua panitia ICRE, Dr. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., yang menyampaikan harapannya agar melalui acara ini dapat memberikan pandangan baru terhadap perubahan yang berdampak pada kemanusiaan, terutama bagi pendidikan di masa depan.




SH/WL/JE/CVN/DRL - Humas

  kembali