USD – Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta kembali mengukuhkan doktor baru dalam bidang Kajian Budaya melalui sidang terbuka promosi doktor yang diadakan di Ruang Koendjono Gedung Pusat, Kampus II Mrican, pada Rabu, 19 November 2025. Dalam sidang ini, Promovendus Priyo Pratikno dapat mempertahankan disertasinya yang berjudul "Melankolia Arsitektur Joglo Kontemporer", sehingga ditetapkan lulus dalam ujian doktor dengan predikat sangat memuaskan.


Sidang dipimpin sekaligus dibuka oleh direktur program sarjana, Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D dan ditandai dengan ketukan palu sebanyak tiga kali yang menandakan siding secara resmi dibuka. Promovendus mahasiswa Angkatan 2019 dinyatakan telah lulus menempuh ujian doktor tertutup dan memenuhi semua mata kuliah yang disyaratkan sehingga diperbolehkan menempuh ujian doktor terbuka di hadapan penguji dan tamu undangan. Dewan penguji pada sidang ini terdiri atas Prof. P. Sarwoto, Ph.D. selaku ketua sekaligus anggota, Prof. Dr. Augustinus Supratiknya sebagai Promotor, Dr. Gregorius Budi Subanar, S.J. sebagai Co-Promotor, serta penguji lainnya yaitu Prof. Dr. Praptomo Baryadi Isodarus, M.Hum., Dr. Antonius Budi Susila, S.E., MSoc.Sc., Dr. Ir. Y.B. Lukiyanto, M.T., IPM, dan Dr. Stanislaus Sunardi namun berhalangan hadir.
Dalam penjelasan disertasinya, Promovendus Priyo Pratikno berfokus pada melankolia arsitektur joglo kontemporer yang mengidentifikasi perubahan bentuk, struktur, dan makna rumah joglo dalam konteks budaya masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan joglo kontemporer membangkitkan symptom melankolia arsitektur agar mencapai jouissance dan sejauh mana sublimasi joglo kontemporer dapat membangkitkan kesenangan yang beririsan dengan kenangan. Dalam presentasinya, Promovendus memperkenalkan melankolia dengan analogi joglo dan nostalgia. "Joglo memberi kesenangan dan juga membentuk nostalgia, sedangkan nostalgia adalah jebakan manis yang menghambat kemajuan. Nostalgia akan menyebabkan kehilangan dalam pengertian melankolia. Melankolia adalah kondisi kehilangan sesuatu hal yang sangat ia cintai sehingga menjadikan seseorang mengalami depresi," jelas Promovendus.


Selain itu, penelitian Promovendus juga mengidentifikasi 36 varian joglo kontemporer dengan masing-masing karakter visual dan strukturnya yang berbeda. Varian ini muncul seiring dengan adaptasi perubahan ruang masa kini, ketersediaan material, serta perkembangan konstruksi. Struktur dan komposisi khas seperti saka guru, tumpangsari, dan lantai berundak yang membentuk cara masyarakat Jawa merasakan dan menggunakan ruang.


Setelah sesi presentasi penelitian dan tanya jawab, para penguji mengadakan rapat yudisium untuk menentukan hasil kelulusan Promovendus. Hasilnya berdasarkan pertimbangan prestasi Promovendus selama pendidikan, juga penilaian yang telah dilakukan tim penguji atas penelitiannya dan ketentuan yang ada pada Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, maka disertasi Promovendus dinyatakan diterima. Demikian juga Dr. Ir. Priyo Pratikno, M.T. resmi dikukuhkan menjadi Doktor ke-6 bidang Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma.
SH/WB/DM - Humas
SH/WB/DM - Humas



