
USD - Enam mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) berpartisipasi dalam Global Leadership Program (GLP) 2025 yang diselenggarakan di Sophia University, Tokyo, Jepang, pada 3-9 Agustus 2025. Program tahunan yang digelar Association of Jesuit Colleges and Universities in Asia Pacific (AJCU-AP) ini mengangkat tema "Education and Cross-border Cooperation for Sustainable Development".
Keenam delegasi USD terdiri dari Eveline (Manajemen), Maria Diva Rossary (Farmasi), serta empat mahasiswa Psikologi yaitu Alexander Aldo, Hillary Bestari Setyawijaya, Muhamad Raditya Ardianto, dan Paramita Wiriyani. Mereka didampingi dosen Sejarah Aji Cahyo Baskoro S.S., M.A.
Diskusi Tiga Subtema Pendidikan
GLP 2025 membahas tiga subtema utama: Education for Sustainable Development in Basic Education, Inclusive Education for Students with Different Background, dan Cross-Border Cooperation in Higher Education. Tema ini dipilih untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjamin pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Program dihadiri 40 delegasi dan 10 pendamping dari 10 universitas, termasuk Sophia University (tuan rumah), Ateneo de Manila University, Ateneo de Davao University, Ateneo de Zamboanga University, Fu Jen Catholic University, Sogang University, Ricci Hall (The University of Hong Kong), Instituto São João de Brito, dan Xavier Learning Community.
Kunjungan Lapangan dan Pertukaran Budaya
Selama seminggu, para delegasi mengikuti kuliah, konferensi, dan kunjungan ke Japan International Corporate Agency (JICA). Mereka juga melakukan site visit ke United Nations University (UNU), Ina Gakuen Junior High School, dan Honcho Elementary School di Kota Hadano.
Program dilengkapi kegiatan budaya seperti tea ceremony dan pertukaran makanan khas dari berbagai negara untuk mempromosikan inklusivitas antar delegasi.


Inspirasi dari Sesama Delegasi
Poleon dari Fu Jen University mengungkapkan kekagumannya terhadap kurikulum yang dibuat bersama siswa dan guru di Ina Gakuen Junior High School. "Mereka memainkan global trade game yang membuat siswa menyadari bahwa negara kecil dengan sumber daya terbatas tetap bisa memanfaatkannya dengan baik," katanya.
Yong dari Ateneo de Zamboanga University menyatakan program ini membuka perspektif baru tentang tanggung jawab kepemimpinan. "Saya pulang dengan perasaan rendah hati namun penuh harapan, karena menyaksikan bagaimana aksi kolektif dan empati dapat memicu perubahan nyata," ujarnya.
Nahee dari Sogang University, Korea Selatan, menilai GLP sebagai program paling menginspirasi. "Melalui kuliah, kerja lapangan, dan proyek tim, saya dapat memahami pendidikan berkelanjutan secara praktis di berbagai negara," katanya.
Komitmen Berkelanjutan
Para delegasi USD menyatakan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program ini. Mereka merasa semakin memahami pentingnya dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dan belajar menjadi pemimpin global yang dapat saling mengayomi.
"Pengenalan budaya dan kultur dari negara lain menjadi pengalaman menyenangkan yang membuka kesempatan belajar dan bersikap terbuka terhadap sesama," kata salah satu delegasi USD.
"Pengenalan budaya dan kultur dari negara lain menjadi pengalaman menyenangkan yang membuka kesempatan belajar dan bersikap terbuka terhadap sesama," kata salah satu delegasi USD.
(MDR/PW-GLP-BKHI)




