
USD - 31 Juli 2025, Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang beranggotakan I Nyoman Teja Kusuma, Hyeronemus Abdi Sang Savia, dan Johanes Yogtan Wicaksono berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi UI/UX Design pada ajang Itenas Digital Transformations Competition (IDTC) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika ITENAS Bandung.
Kompetisi yang digelar di Gedung Dayang Sumbi, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung ini merupakan salah satu ajang bergengsi di bidang teknologi digital yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa kreatif dan inovatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Total terdapat 13 tim dari berbagai kampus di Indonesia yang turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Setelah melalui tahap seleksi ketat, hanya tiga tim finalis yang berhasil melaju ke babak final untuk mempresentasikan karya mereka secara on-site di hadapan dewan juri.
Ketiga tim finalis tersebut berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (Juara 1), Institut Teknologi Nasional Bandung (Juara 2), dan Universitas Sanata Dharma (Juara 3). Setiap tim ditantang untuk menciptakan solusi UI/UX (User Interface/User Experience) yang inovatif, berbasis riset pengguna, serta mampu menjawab permasalahan aktual di masyarakat. Proses lomba dimulai dari pengumpulan proposal ide, video presentasi, serta prototype aplikasi, yang kemudian diseleksi secara menyeluruh sebelum diumumkan tiga finalis terbaik.
Dalam presentasi final, tim Universitas Sanata Dharma memperkenalkan design aplikasi inovatif bernama “Aflora Aid”, sebuah platform berbasis Android yang berfokus pada deteksi penyakit tanaman hias. Aplikasi ini memiliki empat fitur unggulan, yaitu AI Camera Scan untuk mendeteksi penyakit melalui kamera, Reels sebagai sarana berbagi dan belajar lewat video, Kebun Saya untuk mengatur agenda perawatan tanaman, serta Aflora AI Chat Bot yang siap memberikan panduan 24 jam. Dengan hadirnya Aflora Aid, diharapkan para pecinta tanaman hias dapat merawat tanamannya dengan lebih mudah, terarah, dan menyenangkan.

Salah satu anggota tim, Teja Kusuma, menyampaikan bahwa partisipasi dalam lomba ini merupakan bentuk aktualisasi pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.

Salah satu anggota tim, Teja Kusuma, menyampaikan bahwa partisipasi dalam lomba ini merupakan bentuk aktualisasi pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.
“Kami sangat bersyukur bisa sampai ke tahap final dan meraih juara. Ajang ini menjadi ruang nyata bagi kami untuk menerapkan ilmu yang kami pelajari dan membuktikan bahwa mahasiswa USD juga mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Teja.
Sementara itu, Hyeronemus Abdi menambahkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman yang sangat berarti, terutama dalam kerja tim dan kemampuan komunikasi.
“Selain belajar secara teknis, kami juga ditantang untuk berpikir strategis, mendalami kebutuhan pengguna, dan menyampaikan ide secara profesional. Ini pengalaman yang sangat berharga dan akan kami ingat sepanjang perjalanan akademik kami,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Universitas Sanata Dharma tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dalam bidang kreatif dan teknologi digital. Prestasi ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional.
Dengan capaian ini, Universitas Sanata Dharma berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan potensi, menggali kreativitas, dan berani tampil di ruang-ruang kompetitif yang menantang.
Aura Pallomitha Rafiona
Aura Pallomitha Rafiona




