USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

LPPM USD Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Penelitian 2026-2030

diupdate: 5 bulan yang lalu

LPPM USD Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Penelitian 16 jULI 2025

USD - 16 Juli 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) untuk periode 2026–2030. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Syantikara Yogyakarta ini dihadiri oleh tim penyusun RIP dan staf LPPM USD.

Lokakarya secara resmi dibuka oleh Ketua LPPM USD, Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, yang menegaskan bahwa RIP merupakan pedoman strategis dalam memajukan riset di lingkungan USD. “RIP ini perlu diselaraskan dengan Rencana Strategis (Renstra) Universitas agar arah penelitian tidak hanya jelas, tetapi juga berdampak,” ujar Dr. Gabriel dalam sambutannya.

LPPM USD Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Penelitian 16 jULI 2025

Tim penyusun RIP terdiri dari Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, A. Prasetyadi, Ph.D., Dr. Yoseph Yapi Taum, Prof. Dr. apt. Sri Hartati Yuliani, Dr. Florentinus Dika Okta Riswanto, Dr. Agnes Indar Etikawati, Psikolog, dan Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum.

Lokakarya ini diawali dengan pembahasan hasil evaluasi kegiatan penelitian dari seluruh fakultas di USD. Evaluasi tersebut menjadi pijakan dalam merumuskan arah dan tema-tema utama penelitian untuk lima tahun ke depan, yang tetap berpijak pada misi dan nilai-nilai universitas.

Salah satu fokus utama dalam penyusunan RIP adalah integrasi tema-tema riset yang merefleksikan identitas USD sebagai universitas Katolik yang menghayati spiritualitas Jesuit.

LPPM USD Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Penelitian 16 jULI 2025

“Penelitian ke depan harus diarahkan pada hilirisasi dan aplikasinya di masyarakat,” tegas Dr. Gabriel dalam sesi diskusi. Pernyataan ini menegaskan komitmen USD untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Sementara itu, A. Prasetyadi, Ph.D. menekankan bahwa RIP yang tengah disusun harus mampu mencerminkan kekhasan Sanata Dharma. “Ini harus menjadi sesuatu yang khas dari Sanata Dharma, bukan copy-paste dari institusi lain,” ungkapnya.

Selain menyusun dokumen RIP 2026–2030, lokakarya ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk merumuskan kembali identitas USD dalam dunia riset dan menjawab tantangan zaman melalui pendekatan humanistik dan berkelanjutan.


(SCN/LPPM)

  kembali