Pada tanggal 2-4 Mei 2011, Campus Ministry Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan USD Integrity Days 2011. Jika pada tahun 2010 yang lalu tema Integrity Days adalah "No Plagiarism", maka tema pada tahun ini ialah "Celebrating Diversity, Developing Solidarity". Kegiatan ini diselenggarakan dalam momentum Paskah dan Hari Pendidikan Nasional, untuk mengajak civitas academica USD merefleksikan nilai-nilai integritas sebagai kaum intelektual di tengah situasi aktual negeri ini. Integrity Days 2011 ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bersama bahwasanya kaum intelektual di perguruan tinggi justru seringkali terkait dengan maraknya aksi kekerasan yang menggunakan label agama, kelompok sektarian maupun golongan penjaga moral yang tidak menghargai adanya situasi hidup yang penuh keragaman di negeri tercinta ini. Diharapkan dari kegiatan ini kaum intelektual di USD tidak terkungkung pada perbedaan-perbedaan namun justru berani keluar dari batas-batas perbedaan itu untuk membangun solidaritas kemanusiaan dengan sesama anak bangsa.
Kegiatan Integrity Days berlangsung selama tiga hari. Mulai tanggal 2 hingga 4 Mei 2011. Hari pertama (2/5) berlokasi di kantin Mrican dan hari ke-dua (3/5) di kantin Paingan. Mahasiswa, dosen, dan karyawan USD diajak untuk berpartisipasi mengecap tangan pada sehelai kain putih. Cap tangan ini adalah bukti komitmen civitas academica USD dalam menghargai perbedaan dan membangun solidaritas dengan sesama. Setelah mengecap tangan tanda komitmen mereka diharapkan memakai pin tanda mendukung gerakan ini. Selama tiga hari pelaksanaan, telah terkumpul sebanyak 332 cap tangan komitmen civitas academica USD untuk menghargai perbedaan dan memabangun solidaritas kemanusiaan.
Pada hari ketiga (4/5) malam puncak Integrity Days secara sederhana diselenggarakan di kantin Mrican. Dalam sambutannya Rektor USD, Dr. P. Wiryono Priyotamtama, S.J., menyampaikan bahwasanya di dalam situasi aktual Indonesia saat ini, sangat dibutuhkan integritas dan refleksi setiap pihak untuk bersama memperbaiki situasi. Menurut Romo Rektor, upaya tersebut ini adalah sebuah proses self fulfilling prophecy yang jika terus menerus diolah mampu menggerakkan orang lain untuk mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut Rektor juga berkenan untuk memberikan cap tangan tanda komitmen untuk menghargai perbedaan dan membangun solidaritas. Acara puncak tersebut dimeriahkan juga oleh penampilan musik dari berbagai komunitas mahasiswa, paduan suara dari peserta program matrikulasi Pegunungan Bintang Papua, serta tarian dari Perkampungan Sosial Pingit. (CM)




