USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD dan Georgetown University Resmi Buka Konferensi Internasional GGD Day 1 di Yogyakarta

diupdate: 23 jam yang lalu

1

USD – Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan Georgetown University resmi membuka gelaran konferensi internasional Georgetown Global Dialogues (GGD) Hari Pertama dengan tema "The Global South and a World Transformed," pada Kamis, 15 Oktober 2026. Berlangsung di Ruang Seminar Driyarkara Kampus 2 USD, acara ini menjadi pembuka rangkaian konferensi tiga hari yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.

Sebelum pembukaan resmi konferensi dimulai, para delegasi mahasiswa (student delegates) dari Georgetown University terlebih dahulu mengikuti kegiatan tur kampus ke Kampus I dan Kampus II Universitas Sanata Dharma. Kegiatan tur menjadi sebuah kesempatan bagi universitas untuk mengenalkan kampus, fasilitas, serta lingkungan akademik di USD kepada para Student Delegate sebelum mereka memasuki sesi diskusi utama.

2

Sesi pembukaan diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D.. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah kolaborasi akademis dalam merespons dinamika perubahan tatanan dunia dan memperkuat peran strategis kawasan Selatan Global (Global South).

"Kami percaya bahwa GGD ini merupakan undangan strategis bagi Universitas Sanata Dharma dan jaringan perguruan tinggi untuk terlibat dalam isu-isu global melalui percakapan yang lebih luas, di mana kami dapat memberikan kontribusi unik berkat keterikatan kami dalam konteks South Global," ujar Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ., S.S., Ph.D..

3

Sementara itu, Vice President for Global Engagement Georgetown University, Thomas Banchoff, menyampaikan apresiasi atas kemitraan erat bersama USD serta memaparkan tujuan utama digelarnya forum dialog antarbangsa ini. "GGD menjadi upaya sederhana kami sebagai komunitas universitas untuk menghasilkan percakapan global yang lebih inklusif tentang jalan keluar di dunia kita yang terbagi ini, serta secara khusus mengangkat suara-suara dari South Global," kata Thomas Banchoff.

4

Pada pelaksanaan hari pertama ini, diskusi panel berfokus pada penelusuran sejarah, pelajaran, dan relevansi Gerakan Non-Blok serta warisan Konferensi Asia-Afrika. Rangkaian konferensi ini dipastikan akan terus berlanjut hingga Hari Ke-3 dengan menyajikan berbagai topik global lainnya. Beberapa agenda yang akan dibahas pada hari-hari berikutnya mencakup tema pluralisme agama, literatur, dan masyarakat, hubungan Tiongkok dengan South Global, hingga tantangan kecerdasan buatan (AI) serta otoritarianisme.
 



SH/CN/GRC/DRL/JE - Humas

  kembali