USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Nasional Sanata Dharma Berbagi 2026 Soroti Tantangan Tradisi Pendidikan Tinggi di Era Disrup

diupdate: 1 minggu yang lalu

USD — Universitas Sanata Dharma menggelar Seminar Nasional Sanata Dharma Berbagi 2026 bertajuk "Tradisi Pendidikan Tinggi dan Disrupsi AI" pada Jumat, 9 Oktober 2026 ini diselenggarakan secara hibrida melalui platform Zoom dan dihadiri oleh jajaran akademisi serta peserta umum. Rangkaian kegiatan diawali dengan tayangan video profil Universitas Sanata Dharma, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembukaan, serta sambutan dari Ketua Panitia, Laurentia Sumarni, S.Pd., M.Trans.St., Ph.D. Sambutan Rektor Universitas Sanata Dharma diwakilkan Wakil Rektor 4 Cecilia Tutyandari, Ph.D., sementara acara pembuka dipandu oleh Carolus Pedro Ngiso Tokan.

1

Sesi panel utama yang dimoderatori oleh Christina Kristiyani, M.Pd., Ph.D. menghadirkan tiga pakar pendidikan tinggi untuk membedah masa depan akademis di tengah maraknya kecerdasan buatan. Narasumber pertama, Rm. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ. dari Universitas Sanata Dharma, membawakan materi bertema "Masa Depan Universitas di Era AI". Dalam pemaparannya, ia menyoroti pergeseran peran perguruan tinggi yang selama berabad-abad memperoleh legitimasi sebagai pemegang utama pengetahuan, namun kini mulai digantikan oleh AI karena kemudahan akses dan penggunaannya. Ungkap Rm. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ. Ia menegaskan kembali peranan mendasar institusi pendidikan tinggi dengan menyatakan, "AI hanya menjadi alat, Universitas tetap menjadi aktor sosial,” ujar Rm. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ.

Narasumber kedua, Prof. Iwan Pranoto, M.Sc., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung, memaparkan materi bertajuk "Perguruan Tinggi Bersumber pada Cinta ke Sesama”. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi kemanusiaan dalam setiap dinamika perkembangan teknologi di lingkungan akademis.Dalam pandangannya, keberadaan institusi pendidikan tinggi harus selalu berpijak pada nilai-nilai dasar kepedulian antarsesama . "Perguruan Tinggi bersumber pada Cinta ke Sesama, “tegas Prof. Iwan Pranoto, M.Sc., Ph.D.

3

Selanjutnya, narasumber ketiga, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Sanata Dharma, mengupas topik "Menggagas Ulang Perguruan Tinggi di Era AI" melalui pendekatan filsafat teknologi. Ia menjelaskan bahwa interaksi manusia dengan teknologi membutuhkan refleksi mendalam mengenai cara masyarakat berkomunikasi dan bertindak. Ia menegaskan bahwa "AI tidak hanya untuk berhubungan dengan dunia, tapi ikut membentuk bagaimana kita mengalami, memahami, menilai, dan bertindak di dunia”.

2

Setelah sesi panel dan diskusi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan souvenir dan sertifikat kepada para narasumber dan moderator. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Sesi Simposium Riset dan Sesi Paralel yang terbagi di beberapa Breakout Room, sebelum akhirnya ditutup secara resmi.

Penyelenggaraan Seminar Nasional Sanata Dharma Berbagi 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Sanata Dharma dalam merespon arus disrupsi teknologi secara kritis dan bijaksana. Melalui pembahasan mendalam mengenai integrasi kecerdasan buatan dan esensi pendidikan, perguruan tinggi ini terus menegaskan transformasinya dalam membina generasi muda yang cerdas secara intelektual serta tetap bermartabat dan humanis dalam mengemban misi kemanusiaan.




Humas - ADR/ INS
 

  kembali