USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mengkaji Eksistensi Musik Rap Ambon, Mahasiswa USD Angkat Teori Materialisme Baru dalam Tesisnya

diupdate: 1 minggu yang lalu

1

USD — Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menegaskan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan melalui karya ilmiah mahasiswanya. Pada 29 September 2026, mahasiswa Program Studi S2 Kajian Budaya USD, Costantinus Ponsius Yogie Mofun, secara resmi menempuh ujian tesis berjudul "Becoming Rap: Pergerakan Resonansi Musik Anak Muda di Kota Ambon". Ujian akademis tersebut dilaksanakan di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. A. Supratiknya, Dr. St. Sunardi, Min Seong Kim, Ph.D., dan Dr. Yustina Devi Ardhiani.

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan relasi sosial-material yang aktif antara pelaku musik rap dan unsur-unsur material dalam proses bermusik di Kota Ambon. Yogie Mofun menyoroti kecenderungan umum yang hanya memandang pelaku rap sebagai penggerak utama dan instrumen musik sekadar media pasif. Melalui kerangka kerja interdisipliner Lawrence Grossberg serta pendekatan materialisme baru (new materialism), penelitian ini membalikkan cara pandang tersebut. Peneliti menempatkan manusia dan unsur-unsur material sebagai entitas yang saling berproses bersama dalam membentuk dinamika bermusik anak muda.

2

Karya ilmiah ini menjadi wujud nyata dari komitmen Universitas Sanata Dharma dalam menghidupi nilai cerdas dan humanis. Nilai cerdas tercermin dari kedalaman kritis dan keberanian akademis dalam mengartikulasikan teori-teori tingkat lanjut, seperti konsep becoming Deleuze dan Guattari, materialitas suara Norie Neumark, materialitas ruang Jane Bennett, serta materialitas proses kolaboratif Tia DeNora. Sementara itu, nilai humanis hadir melalui kepekaan untuk memahami ekspresi budaya anak muda secara utuh tanpa terjebak dalam persepsi biner atau penentuan batas baik-buruk. Pendekatan ini mengedepankan etika relasional yang selalu terbuka, terhubung, serta menghargai setiap proses transformasi sosial di masyarakat.

3

Hasil kajian menunjukkan bahwa proses kreativitas musik tidak sekadar lahir dari kehendak individu, melainkan dipengaruhi daya aktif dari ruang dan materi. Musik rap di Kota Ambon hadir melalui kumpulan relasi (assemblage) yang saling beresonansi serta memberikan dampak bagi pelaku musik, pendengar, dan masyarakat luas. Melalui riset ini, USD terus membuktikan peran aktifnya dalam melahirkan pemikiran kebudayaan yang kontekstual dan berdampak positif.
 



ADR/JE - Humas

  kembali