USD – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menggelar konferensi tahunan bertajuk Undergraduate Conference (UC) yang ke-13. Acara yang menjadi wadah akademis bagi mahasiswa Strata Satu (S1) ini dilaksanakan secara luring di Kampus 2 Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Konferensi akademis ini mengusung tema "Language Learning in the Digital Age". Kegiatan ilmiah tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka yang meliputi tiga ranah utama, yaitu pendidikan bahasa Inggris, ilmu linguistik, serta studi bahasa dan sastra Inggris.

Acara tahun ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari tuan rumah Universitas Sanata Dharma, tetapi juga melibatkan para peserta dan pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran peserta dari institusi luar, seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, hingga Universitas Jember, semakin memperkaya ruang diskusi akademis dan memperluas jejaring antarpeneliti muda.
Rangkaian acara UC ke-13 menghadirkan dua pembicara utama (keynote speakers) yang berkompeten di bidang teknologi dan pendidikan bahasa. Pembicara pertama adalah Ony Jamhani, seorang alumni PBI USD yang saat ini berkarier di Woosong University, Korea Selatan, dan memimpin program I-Degree di Bali. Sementara itu, pembicara utama kedua adalah dosen PBI USD, Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., yang memberikan pandangan mendalam mengenai dinamika pedagogi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.


Konferensi diawali dengan acara pembukaan yang meriah, penampilan paduan suara PBI Choir, serta serangkaian sambutan dari ketua panitia, wakil program studi, dan pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USD, Dr. F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., menekankan bahwa kemajuan pesat era digital membawa peluang sekaligus tantangan nyata bagi calon pendidik dan pembelajar bahasa.
"Menjadi guru bahasa Inggris di era digital sangat berbeda dibandingkan lima tahun lalu. Era digital ini seperti pedang bermata dua, ada keuntungan seperti fleksibilitas dan pembelajaran yang dipersonalisasi, namun juga ada tantangan berupa gangguan digital yang perlu kita kelola bersama," tutur Dekan FKIP USD, Dr. F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., dalam pidato pembukaannya.
Setelah sesi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari kedua pembicara utama. Ony Jamhani membagikan pengalamannya mengenai konsep borderless language learning dan bagaimana perguruan tinggi mengintegrasikan pembelajaran digital secara efektif. Ia menjelaskan pentingnya keterbukaan pola pikir mahasiswa terhadap teknologi agar mampu bersaing secara global tanpa kehilangan esensi interaksi antarmanusia.

Sesi pembicara utama kedua diisi oleh Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., yang mengulas secara kritis penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan berbagai alat digital dalam proses belajar-mengajar. Ia mengingatkan para peserta agar tidak terjebak pada kenyamanan instan teknologi, melainkan tetap memprioritaskan kemampuan berpikir kritis serta agensi pribadi para pembelajar.

Sesi pembicara utama kedua diisi oleh Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., yang mengulas secara kritis penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan berbagai alat digital dalam proses belajar-mengajar. Ia mengingatkan para peserta agar tidak terjebak pada kenyamanan instan teknologi, melainkan tetap memprioritaskan kemampuan berpikir kritis serta agensi pribadi para pembelajar.
"Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan bukanlah sebuah ancaman karena sifatnya yang tidak terelakkan. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada mesin dapat perlahan-lahan mengikis kemandirian kita untuk berpikir secara kritis," tegas dosen PBI USD, Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., di hadapan ratusan peserta konferensi.
Selain sesi pleno, UC ke-13 juga menyajikan sesi paralel (parallel session) yang terbagi dalam beberapa ruang sidang. Pada sesi ini, para pemakalah mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian mereka dan berdiskusi secara interaktif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan seni dari Pakat Dayak dan I-Coustic, pembagian hadiah, serta doa bersama. Konferensi tahunan ini diharapkan terus mendorong lahirnya riset inovatif di bidang pendidikan bahasa.
SH/GRC/JP- Humas
SH/GRC/JP- Humas




