
USD – Jumat, 2 Oktober 2026 Universitas Sanata Dharma kembali mengadakan Hari Studi Pejabat di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus 2 USD. Tema yang diangkat pada acara tersebut adalah Rentang Perjuangan Universitas Sanata Dharma Satu Dekade ke Depan: Pendalaman Tiga Poros Strategis Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma. Poros strategis yang akan difokuskan ke dalam visi dan misi USD yang baru adalah humanisme dan teknologi, karakter dan kompetensi, serta lokalitas dan globalitas. Kegiatan rutin yang penting ini dihadiri oleh para petinggi kampus baik di tingkat program studi, fakultas, maupun universitas.
Hari Studi Pejabat kali ini menghadirkan tiga narasumber, yang meliputi Romo Cyprianus Kuntoro Adi, S.J., Ph.D. selaku Ketua Yayasan Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma, dan Romo Dr. Lucianus Suharjanto, S.J., S.T.B., M.A. selaku Sekretaris Misi dan Identitas.
Acara terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama untuk pemaparan poros strategis visi dan misi USD. Sesi kedua berupa diskusi kelompok, dan yang terakhir adalah sesi untuk diskusi pleno serta ditutup dengan disintesis dari romo rektor. Sebelum memasuki seluruh sesi, acara diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D.
Prof. Sudi memulai sambutannya dengan keterkaitan antara usaha para pejabat struktural dalam membangun visi dan misi USD dengan filosofi pertumbuhan pohon yang akhirnya menjadi metafora pembentukan tiga poros. Harapannya, tiga poros tersebut dapat segera dirancang dan disahkan tahun ini. "Tim perumus visi dan misi Universitas Sanata Dharma mengidentifikasi adanya tiga poros dalam visi-misi yang saat ini sedang digagas dan akan disahkan (semoga tahun ini) karena akan dibawa pada rapat senat bulan ini. Semoga disahkan dan nantinya menjadi arah bagi Universitas Sanata Dharma untuk menyusun rencana strategis lima tahun kedepan." tuturnya. Melalui studi pejabat ini, Prof. Sudi mengajak seluruh civitas petinggi kampus untuk semakin berakar, semakin kuat, dan semakin dalam untuk berusaha serta bekerja keras agar hasilnya semakin berbuah.
Setelah sambutan Wakil Rektor I, pemaparan materi dari narasumber dimulai dengan dimoderatori oleh F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pemaparan pertama diawali oleh Romo Dr. Lucianus Suharjanto, S.J., S.T.B., M.A.. Romo Harjanto memaparkan tiga hal yang membahas mengenai poros strategis yang menjadi inti pembicaraan dalam acara ini adalah pilihan, tiga poros tersebut terekskresi di dalam rumusan visi, dan poros strategis menjadi kisi-kisi rumusan misi.


Dilanjutkan dengan pemaparan dari Ketua Yayasan Sanata Dharma, Romo Cyprianus Kuntoro Adi, S.J., Ph.D.. Romo Kuntoro menyampaikan tentang bagaimana tiga poros tersebut menjadi tiga institutional capabilities. Menurut Romo Kuntoro pernyataan pokoknya adalah Sanata Dharma perlu menjadi universitas yang mampu mengelola ketegangan secara produktif sehingga menghasilkan manusia utuh, bidang ilmu yang relevan, tata kelola adaptif, dan tata sosial yang nyata.
Terakhir, pemaparan materi dari Rektor USD, Romo Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D.. Melalui visi, Romo Bagus melihat ada tiga kata kunci, humanis, transformatif, dan integrasi. Ketiga kata kunci tersebut akan menjadi perspektif RENSTRA ke depan. Romo Bagus juga turut membahas mengenai Jetzt-zeit (hal-hal yang menjadi fokus saat ini). Semangat zaman maupun situasi serta spirit zaman yang ada sekarang dan dirasakan atau identifikasi itu berbeda dengan yang dahulu. "Diakhir RENSTRA ini, 2027, saya kira kita sangat bersyukur. Itu yang sering kita lupakan hari-hari ini karena kita sudah masuk ke Jetzt-zeit yang baru, yaitu humanisme, teknologi, dan ekologi yang mindfull." ucap Romo Bagus. Bagi Romo Bagus, Jetzt-zeit pada RENSTRA yang akan datang adalah humanisme, teknologi, dan ekologi.

Terakhir, kegiatan diakhiri pada sesi ketiga dengan diskusi pleno dan disintesis oleh rektor sebagai penutup rangkaian hari studi pejabat tersebut. Romo Bagus memberikan penegasan bahwa forum studi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi lintas unit di kampus. Seluruh civitas kampus diajak menjadi co-creator yang aktif dalam merespon tantangan serta panggilan zaman.
Melalui penajaman tiga poros strategis tersebut dan nila-nilai UAP (Universal Apostolic Preferences), USD berkomitmen menjaga dimensi kemanusiaan dalam tata kelola perguruan tinggi. Seluruh gagasan dalam kegiatan ini akan menjadi pondasi dalam penyusunan RENSTRA 2028-2032. RENSTRA tersebut akan ditindaklanjuti melalui revitalisasi kurikulum dan semangat Sanyata Berdampak untuk melahirkan karya akademik yang nyata dan berdaya bagi masyarakat.
CNN/GRC - Humas




