USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

UKM Pengabdian Masyarakat selenggarakan serangkaian aksi sosial dalam rangka Dies Natalis ke-67 USD

diupdate: 4 bulan yang lalu

dok. Humas USD

Dalam rangka Dies Natalis ke-67 Sanata Dharma, Unit Kegiatan Mahasiswa Pengabdian Masyarakat USD menyelenggarakan serangkaian aksi sosial. Mahasiswa, dosen, dan pembimbing berkunjung ke berbagai panti yang tersebar di DIY, Sabtu (1/10/2022). Dengan tema “Tingkatkan Rasa Peduli, Ciptakan Harmoni, Perkuat Masyarakat Madani Dalam Demokrasi Di Era Baru Setelah Pandemi”, rangkaian akis sosial ini diisi dengan usaha berbagi kepada mereka yang membutuhkan, khususnya dalam menunjang recovery pasca pandemi.

Ketua Pelaksana Dies Natalis UKM Pengabdian Masyarakat 2022, Margaretha Yunita Ayu, kegiatan ini sebagai upaya membangun rasa solidaritas. “Bakti sosial ini dalam rangka peringatan ulang tahun UKM Pengabdian masyarakat dan ulang tahun Universitas Sanata Dharma. Semoga setelah kegiatan ini, kami semakin memiliki rasa solidaritas, rasa kebersamaan, saling membantu dan juga tolong menolong untuk orang lain,” kata Yunita dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Minggu (9/10/2022).

Pendamping UKM Pengabdian Masyarakat USD, Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, berharap ke depannya, UKM ini dapat mendampingi anak-anak panti. “Pendampingan seperti membantu dalam pembelajaran, dengan tujuan melanjutkan itikad baik yang telah dilaksanakan hari ini. Kami berusaha untuk membuka hati kita, supaya ketika nanti kita lulus kita tidak selalu melihat ketas, namun juga melihat kebawah,” katanya.

Berikut adalah daftar panti yang dikunjungi USD:

Panti Rehabilitasi ODGJ Condongcatur, Sleman.



UKM Pengabdian Masyarakat (PM) bersama dengan pendamping dari LPPM menyambangi Rumah Rehabilitasi ODGJ yang berada di Kampung Cepit Baru, Wilayah RT 07, RW 38 Cepit, Condongcatur, Sleman. Selain saling berbagi pengalaman, adapula pemberian bantuan material.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak. Ke depan semoga bisa bekerja sama seperti yang sudah jalan seperti RS Grashia dan Puskesmas Depok 3,” kata pengelola Panti rehabilitasi ODGJ, Christoforus Timo.

Panti ini merupakan inisiasi dari Komunitas Corolus Borromeus (CB). Saat ini ada empat pasien yang dikelola sendiri oleh Timo, dengan dibantu pengawasan dari RS Ghrasia dan Puskesmas Depok 3 Sleman dalam penanganan medis. Adapun kegiatan sehari-hari di panti rehabilitas ini mengajarkan pasiennya untuk bersih-bersih dan memasak.

“Bagi yang mampu mereka dapat melakukan bersih-bersih,” kata Timo. “Bagaimanapun ini kegiatan untuk adik-adik bisa belajar banyak hal. Poin pertama kesadaran kita pribadi untuk menolong sesama, kemanusiaan,” pesannya.

Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (RSBKL) Dinas Sosial DIY unit Bina Laras Purwomaratani Kalasan Sleman DIY

dok. Humas USD

Balai RSBKL adalah unit pelaksana teknis dari Dinas Sosial (Dinsos) DIY. Fasilitas ini untuk memberikan perlindungan sosial, jaminan sosial, dan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas mental. Kepala Seksi Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras, Suryatmiati, mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini.

 “Terima kasih atas kedatangan dari USD, sudah memberikan bantuan kepada klien kami. Semoga berkah,” kata Suryatmiati.
Balai RSBKL yang didirikan sejak 2017 memiliki 250 klien dari berbagai jenis latar belakang dan kondisi yang berbeda. Adapun kegiatan yang dilakukan klien di Balai RSBKL ini seperti, pembuatan sapu, pertukangan batu, pertanian, bermusik, pijat dasar, olahraga, bimbingan agama, dan masih banyak lagi.

“ODGJ itu tidak menakutkan. Mereka juga ingin seperti kita, dicintai, diperhatikan, dan diberikan martabat sebagai seorang manusia,” katanya

Panti Asuhan Anak Terlantar Wiloso Projo

dok. Humas USD

Panti Asuhan Anak Terlantar Wiloso Projo yang terletak di sekitar jalan Malioboro ini telah berdiri sejak 1 Desember 1939 dan menjadi salah satu panti asuhan yang dikunjungi. Ada 19 anak yang kini tinggal di Panti asuhan Wiloso Projo. Rata-rata duduk di bangku sekolah baik Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menegah Kejuruan. Terdapat juga beberapa anak yang telah memasuki jenjang pendidikan perkuliahan.

Panti Asuhan Bhakti Luhur



Panti Asuhan Bhakti Luhur, salah satu panti yang merawat anak-anak disabilitas dan keterbelakangan mental. Panti ini didirikan oleh Suster Yuni Astia yang pertama kali diutus ke sini. Bangunan Bhakti Luhur pada mulanya adalah milik Keuskupan Agung Semarang yang dihibahkan dengan syarat jika Bhakti Luhur masih aktif dan berdiri. Sehingga oleh keuskupan diserahkan ke Suster Yuni untuk dikelola. 

Yayasan Bhakti Luhur berada di Madiun, kemudian dipindahkan ke Malang. Saat ini pusatnya berada di Malang, dikarenakan asramanya lebih besar dan semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan dapat ditampung. Panti Asuhan Bhakti Luhur menampung 4 lansia, 20 anak-anak yang terdiri dari 2 normal (balita), 1 downsyndrom, 17 keterbelakangan mental dan yatim piatu.

Jika dilihat secara fisik, mereka terlihat seperti anak yang normal, tetapi mental mereka lemah. Ada beberapa yang memiliki cacat fisik dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan. Ada yang dititipkan sejak lahir karna kelahiran tanpa pernikahan, juga mereka yang tidak memiliki keluarga atau tidak jelas keluarganya dimana.

(DPM-MTK)
 

  kembali