USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Talkshow Nasional: “Wajah Baru Gereja Keuskupan Agung Semarang dalam dan Paska Pandemi Covid-19”

diupdate: 2 minggu yang lalu



Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Talkshow Nasional dengan tema “Wajah Baru Gereja Keuskupan Agung Semarang dalam dan Paska Pandemi Covid-19”.  Talkshow nasional ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Komsos Keuskupan Agung Semarang (KAS). Pembicara dalam talkshow nasional ini adalah Dr. F. Purwanto SCJ.; Dr. St. Gitowiratmo, Pr.; F.X. Bambang K. Prihandono, S.Sos., M.A.; Drs. Sigit Hutomo, MBAcc., Akt., CA, CSA.; dan F.X. Dapiyanta, SFK, M.Pd. Moderator yang memandu talkshow adalah Markus Budiraharjo Ph.D.

Talkshow yang digelar pada tanggal 25 September 2020 tersebut dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teologi USD Alb. Bagus Laksana, SJ., S.S., Ph.D dan Vikaris Jendral KAS Yohanes Rasul Edy Purwanto Pr. Talkshow nasional ini disiarkan langsung pada chanel youtube Theotalk dan Komsos KAS. Romo Purwanto selaku ketua tim penelitian kolaborasi membuka sesi pertama dengan memberikan gambaran metodologi penelitian dan sosiohistoris bagaimana iman diterjemahkan diaktivitas sosial. Romo Purwanto menjelaskan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan cara hidup menggereja, keterlibatan umat dalam kehidupan bermasyarakat, dan memaknai wajah baru Gereja dalam dan paska pandemi. Narasumber yang kedua adalah bapak Bambang yang merupakan dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Bapak Bambang menjelaskan analisis data penelitian mengacu dari perspektif antropologi dan sosiologi bagaimana media berpengaruh dalam relasi persoalan, persekutuan, dan partisipasi kesalehan sosial. Pak Bambang menekankan strategi media komunikasi harus menjadi perhatian untuk menciptakan kesetaraan disemua kalangan umat supaya meminimalisir risiko kesenjangan antara umat yang memiliki akses media komunikasi dan umat yang tidak terjangkau dengan media komunikasi.

Narasumber ketiga adalah bapak Sigit yang memaparkan hasil pengolahan data yang diinteprestasikan berdasarkan appreciative inquiry. Bapak Sigit menjelaskan bagaimana umat berpikir apresiatif sebagai upaya menghargai apa yang ada dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Narasumber keempat adalah Romo Gito yang membacakan hasil penelitian dari perspektif teologi pastoral. Romo Gito mengatakan penelitian ini merupakan permulaan untuk selanjutnya bisa ditindaklanjuti dengan metode pendekatan yang lain yaitu kualitatif dengan memperdalam perubahan spiritual hidup umat. Narasumber kelima adalah bapak Dapianta  yang membacakan data makna ekaristi daring dari para katekis yang adalah alumni dari Pendikkat USD. Responden yang terkumpul 471 orang di 39 Keuskupan yang ada di Indonesia. Bapak Dapianta menjelaskan hasil temuan bahwa suasana hati internal setiap pribadi dalam mengikuti ekaristi daring sangat penting untuk membangun suasana kesatuan dengan Kristus dalam Ekaristi. Selain itu, faktor persekutuan dengan jemaat sungguh dihayati ketika melakukan ekaristi daring bersama-sama, dan solidaritas umat dapat ditemukan dari isi homili yang reflektif untuk membangun kesatuan dengan Kristus.

Talkshow diakhiri dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Penelitian ini adalah penelitian awal yang kemudian akan dikembangkan dengan melibatkan banyak pihak. Gereja adalah persekutuan yang terbuka bagi banyak orang. Romo Purwanto sebagai ketua tim penelitian ini berharap ke depannya mampu mengembangkan penelitian ini dengan melibatkan antar umat beragama untuk mempertajam hidup spitirualitas umat Keuskupan Agung Semarang.

(BGP & MHH

  kembali