USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Merdeka Belajar Melalui Computational Thinking dan Gerakan PANDAI

diupdate: 2 bulan yang lalu




Bebras Biro Yogyakarta  pada hari Sabtu 18 Juli 2020, yang terdiri dari beberapa Universitas di Provinsi DIY (Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Kristen Duta Wacana), bekerja sama dengan beberapa universitas di Provinsi Jawa Tengah (Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo), serta Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Provinsi Papua menyelenggarakan webinar dengan mengusung tema “Merdeka Belajar melalui Computational Thinking dan Gerakan PANDAI” melalui aplikasi Google Meet dan live streaming di kanal Youtube. Webinar tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk mensosialisasikan dan mengundang keterlibatan para guru dalam Gerakan PANDAI.

Gerakan PANDAI merupakan program yang diselenggarakan oleh Bebras Indonesia dengan disponsori oleh Google.org dan mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan & Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuan dari gerakan ini adalah memberikan pelatihan Computational Thinking (CT)kepada guru, dengan harapan agar keterampilan yang didapatkan tersebut dapat meningkatkan keterampilan berfikir secara kritis dan kreatif para siswa serta memberikan fondasi untuk menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing di era Revolusi Industri 4 saat ini. Bebras Indonesia sebagai pelaksana Gerakan PANDAI adalah himpunan relawan dosen Perguruan Tinggi di berbagai kota di Indonesia yang turut serta dalam sebuah inisiatif internasional yang bertujuan untuk mempromosikan CT (berpikir dengan landasan komputasi atau informatika), di kalangan guru dan murid mulai tingkat SD, SMP, SMA, serta masyarakat luas.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara pertama yaitu Dr. Inggriani Liem (Ketua NBO Bebras Indonesia) yang memaparkan tentang apa yang dimaksud dengan CTdan mengapa CT itu perlu. Pembicara kedua yaitu Hanson Prihantoro, S.T., M.T. (Koordinator Bebras Biro UII) memberikan penjelasan dan contoh konkrit bagaimana CTdikaitkan dengan mata pelajaran seperti IPA, matematika, dan bahasa. Sementara pembicara ketiga yaitu Irya Wisnubhadra, S.T., M.T., IPM (Koordinator Bebras Biro UAJY dan DIY) dan  Restyandito, S.Kom, MSIS, Ph.D. (Bebras Biro UKDW) memaparkan tentang pengelolaan hibah bagi guru dalam gerakan PANDAI ini. Webinar dipandu oleh Koordinator Bebras Biro USD, yang juga merupakan Scientific Commitee Nasional Gerakan PANDAI dan sekaligus dosen Program Studi Informatika USD, P. H. Prima Rosa, S.Si., M.Sc. sebagai moderator.

Webinar tersebut diikuti oleh 588 peserta baik dari kalangan Dinas Pendidikan, Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, serta guru dari berbagai kota di Indonesia. P. H. Prima Rosa, S.Si., M.Sc. sebagai koordinator Bebras Biro USD, berharap agar dengan keikutsertaan dalam webinar muncul komitmen yang kuat dari para pengambil keputusan baik di tingkat Dinas Pendidikan, Yayasan, maupun Kepala Sekolah untuk mendukung para guru yang akan terlibat dalam Gerakan PANDAI. Di samping itu, para guru yang ikut serta dalam webinar juga termotivasi untuk terlibat dalam Gerakan PANDAI sebagai guru inti maupun guru sasaran yang akan mengintegrasikan computational thinking dalam mata pelajaran yang diampunya di sekolah, dengan pendampingan para dosen dari Biro Bebras Universitas. Universitas dan para guru yang terlibat dalam kerjasama tersebut, diharapkan dapat mengambil peran sebagai kampus penggerak dan guru penggerak yang berkontribusi nyata untuk mewujudkan merdeka belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

(GSEP & OZSP)

  kembali