USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Webinar Sanata Dharma Berbagi: "Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kehidupan Menggereja"

diupdate: 4 bulan yang lalu




Jumat (17/7) Universitas Sanata Dharma (USD) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan seminar secara daring melalui aplikasi Zoom dan secara luring dengan protokol kesehatan di Ruang Kadarman Kampus II USD, serta disiarkan secara langsung di kanal Youtube Humas USD. Moderator dalam seminar bertema “Dampak Pandemi Covid 19 terhadap Kehidupan Menggereja” ini adalah Romo Dr. D. Bismoko Mahamboro, Pr. Tiga narasumber dalam seminar adalah Romo Dr. Agustinus Tri Edy Warsono, Pr.; Romo Dr. Yohanes Subali, Pr.; dan Romo Dr. A. Galih Arga, Pr. Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Teologi yaitu Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D. Romo Bagus memberi pengantar bagaimana gereja menanggapi situasi di tengah kondisi Covid-19 dengan fenomena digital di dalam kehidupan menggereja terutama dalam gereja Katolik.

Pada sesi pertama yang memberikan materi adalah Romo Edy dengan judul “Perubahan dalam Hidup Menggereja Akibat Pandemi Covid-19” yang merupakan hasil penelitian bersama dosen dan mahasiswa. Penelitian tersebut adalah hasil kolaborasi dengan 18 lembaga dan institusi Katolik yang ada di Indonesia dengan Fakultas Teologi USD yang menjadi inisiatornya. Romo Edy menjelaskan hasil penelitian dengan garis besar pembahasan tentang umat yang memaknai iman akan Yesus Kristus dalam situasi Pandemi Covid-19 dengan kondisi tata cara peribadatan dalam bentuk online. Sesi kedua dibawakan oleh Romo Galih yang memaparkan materi tentang “Ecclesia Domestica” atau gereja di dalam keluarga dan sesi yang terakhir dibawakan oleh Romo Subali yang membahas bagaimana memaknai kehadiran Kristus dalam masa pandemi yang tidak diterima langsung oleh umat beriman dalam bentuk fisik komuni.

Setiap sesi yang dibawakan oleh narasumber memberikan gambaran baru mengenai gereja yang revolusioner dalam segi peribadatan maupun kegiatan menggereja. Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pola hidup orang banyak termasuk dalam kegiatan menggereja. Kondisi seperti ini ternyata membuat umat semakin teguh dalam imannya karena ada kerinduan bertemu dengan Kristus walaupun tidak secara fisik dalam komuni di Gereja melainkan dari pengolahan iman melalui jejak digital baik secara pribadi maupun di dalam keluarga. Masa pandemi membuat adanya variasi pelayanan yang membawa perubahan bahwa umat semakin peduli dengan pelayanan yang bersifat sosial. Seminar ini juga membuka sesi tanya jawab yang boleh diajukan oleh para peserta yang mengikuti seminar secara daring maupun luring.

(BGP MHH)

  kembali