USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kuliah Umum Pendidikan Agama:
“Agama, Pencarian Diri, dan Transformasi Sosial” Bersama Ayu Utami

diupdate: 2 minggu yang lalu




Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan grand launching mata kuliah Pendidikan Agama dalam bentuk kuliah umum di Auditorium Driyarkara Kampus 2 USD. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama dari seluruh fakultas di USD. Hal ini merupakan wujud pembaharuan mata kuliah Pendidikan Agama untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang bersifat dinamis.

Romo Patrisius Mutiara Andalas, SJ selaku Ketua Pelaksana Kuliah Umum saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa Mata Kuliah Pendidikan Agama yang baru didesain baik isi maupun metode untuk menjawab pertanyaan dan kegalauan mahasiswa di era saat ini. Mata Kuliah Pendidikan Agama ini mengharapkan pertanyaan mahasiswa mengenai eksistensi, tubuh, sains, dan kebangsaan dapat terfasilitasi. Kemudian, nalar semakin dikembalikan dalam kehidupan beragama, dan mahasiswa ikut melibatkan diri mengatasi permasalahan kebangsaan yang ada saat ini.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Rektor USD, Johanes Eka Priyatma, MSc, PhD yang menyampaikan bahwa perlunya mengembangkan pembelajaran yang tanggap zaman. Maka dari itu, perlu mencoba cara baru menghadirkan pendidikan agama yang relevan, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan mahasiswa. Rektor mengharapkan dengan adanya cara baru ini mendapatkan masukan dan saran untuk ke depannya, sehingga mampu mengajak dan mengantarkan mahasiswa memiliki kegairahan hidup, optimisme, dan cara beriman yang mewartakan kedamaian pada semua pihak.

Bersama dengan Ayu Utami seorang aktivis jurnalis dan sastrawan dengan tema “Agama, Pencarian Diri, dan Transformasi Sosial”, mahasiswa USD diajak untuk mendalami lebih dalam pengetahuan fundamental mengenai agama secara reflektif. Dimoderatori oleh Romo Albertus Bagus Laksana, SJ mengulik karya serta perjalanan tulisan Ayu Utami dalam menghasilkan karya-karya luar biasa yang mampu mengguncang indikator klasik pada masanya. Terjadi transisi fokus pada karyanya yang awalnya merupakan concern terhadap stereotype “perawan tua” yang kini menjadi pertumbuhan sikap intoleran dengan bekal agama yang semakin pesat. Hal-hal ini menarik perhatian mahasiswa untuk lebih terlibat aktif dalam diskusi, berbagai pertanyaan berkumandang dalam kuliah umum, hal ini menunjukkan adanya ketercapaian indikator bahwa mahasiswa memiliki keingintahuan yang tinggi akan agama, pencarian diri, serta transformasi sosial.

(GM & VS)

  kembali