USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Diskusi dan Peluncuran Buku
1965 PADA MASA KINI: HIDUP DALAM WARISAN PERISTIWA PEMBANTAIAN MASSAL

diupdate: 1 bulan yang lalu



Jumat (29/11), Pusat Studi Demokrasi dan Hak-Hak Asasi Manusia Universitas Sanata Dharma (Pusdema USD) kembali mengadakan diskusi sekaligus acara peluncuran buku “1965 PADA MASA KINI: HIDUP DALAM WARISAN PERISTIWA PEMBANTAIAN MASSAL” di Ruang Palma, Kampus 2 USD. Diskusi ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pusdema untuk membahas isu-isu mengenai Hak Asasi Manusia di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, aktivis internal dan eksternal USD maupun para penyintas kejadian 1965. Terdapat dua narasumber yang dihadirkan yaitu Bapak Dr. Yoseph Yapi Taum yang merupakan Dosen Program Studi Sastra Indonesia USD dan Bapak Winarso yang merupakan seorang aktivis Sekber’65. Acara ini juga dimoderatori oleh Britto Wirajati yang merupakan Mahasiswa Pascasarjana MIRB USD.

Buku ini merupakan tulisan dan artikel yang diterjemahkan dalam Journals of Genocide Research yang ditulis di Amsterdam pada tahun 2015 yang membahas mengenai penelitian genosida yang terjadi pada tahun 1965 di Indonesia. Diskusi ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan artikel-artikel hasil terjemahan dan memperbarui wacana mengenai kejadian 1965 di Indonesia, sehingga harapannya pembaca akan tertarik dan semakin terbuka dengan kejadian 1965. Pembicara pertama yaitu Bapak Yapi membahas mengenai literatur dan perbandingan genosida dan penyelesaiannya yang terjadi di luar negri. Di akhir sesi, Bapak Yapi memperlihatkan video bagaimana Pemerintah Australia diwakilkan oleh perdana mentri menyelenggarakan acara permintaan maaf atau Sorry Day atas kekerasannya pada suku Aborigin di masa lampau. Selanjutnya, pembicara kedua yaitu Bapak Winarso membahas mengenai cara-cara praktis yang sebaiknya Indonesia lakukan untuk menuntaskan kejadian 1965.

“Pusdema selalu tertarik dengan kejadian 1965 karena hal itu merupakan salah satu concern kita. Kami juga berharap bahwa dengan diadakannya acara ini dapat mengetuk pemerintah untuk melangkah menuju rekonsiliasi nasional karena Menko Polhukam sudah memberikan clue untuk serius menyelesaikan hal ini.” ujar Romo FX. Baskara, S.J selaku Kepala Pusdema USD.

(DBS & PIJL)

  kembali