USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Break The Limit and Reach Your Dream

diupdate: 6 bulan yang lalu


 

TEMU BEASISWA - USD

Membangun motivasi dan membangkitkan semangat, merupakan perkara yang amat diperlukan dalam perjalanan meraih cita-cita para mahasiswa. Oleh karena itu Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa (LKM) Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan Ikatan Tionghoa Indonesia (INTI) pada 30 Maret 2019 menghadirkan motivator bagi penerima beasiswa: Bidikmisi, Driyarkara dan Cerdas Humanis Universitas Sanata Dharma.

Acara temu beasiswa ini juga dimaksudkan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antar mereka, lebih lanjut diharapkan mereka saling mensuport dalam berjuang meraih cita-cita mereka.

Dua mahasiswa telah menuliskan apa yang mereka peroleh dari pertemuan dengan para motivator, tentu saja ini menjadi gambaran manfaat yang dapat dirasakan oleh para mahasiswa peserta pertemuan tersebut.

 

Break the limit and reach your dream

 

   Saya salah satu peserta pertemuan mahasiswa penerima beasiswa cerdas humanis, Driyarkara, dan Bidikmisi. Saya bangga dan beruntung bisa menjadi bagian dari mereka karena tidak semua orang bisa terpilih menjadi bagian dari mahasiswa yang menghadiri pertemuan pada hari ini. Ada banyak hal berharga yang saya dapatkan dari para narasumber pada pertemuan hari ini. Setiap narasumber menginspirasi saya dan membuat saya semakin yakin untuk melangkah kedepan mencapai cita-cita saya. Saya jadi tahu, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi kekurangan yang dapat menghambat proses saya dalam mencapai tujuan saya. Saya jadi mengetahui bagaimana saya harus bersikap dalam menghadapi revolusi 4.0. Banyak sekali pelajaran yang bisa saya terapkan dalam kehidupan saya,  salah satunya yaitu mengenai peluang kerja.  Sebagai mahasiswi Pendidikan Akuntansi,  tentu saja saya ingin menjadi seorang guru akuntansi,  namun diluar itu terbuka luas juga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lain.  Saya juga jadi memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang berikut yang lebih tinggi di masa yang akan datang.

   Pada pertemuan hari ini saya juga mendapat banyak sekali motivasi dari para narasumber. Salah satu kalimat yang sampai saat ini selalu terngiang di ingatan saya adalah "Break the limit and reach your dream". Dari kalimat tersebut saya belajar bahwa saya adalah satu satunya orang yang dapat mengalahkan keterbatasan saya sendiri dan saya harus mempunyai keberanian mengalahkan keterbatasan saya tersebut agar cita-cita saya dapat tercapai. Terimakasih Sanata Dharma sudah memberi saya kesempatan untuk belajar dan berjuang disini.

Eva Susanti

Generasi Muda Generasi Terpilih

Pada 30 Maret 2019, saya mengikuti acara Temu Bersama Keluarga Besar Bidikmisi-Driyarkara-Cerdas Humanis  yang diadakan oleh Universitas Sanata Dharma. Acara ini diikuti oleh mahasiswa/i penerima beasiswa angkatan 2016-2018 dengan jumlah kurang lebih 280 orang dan bertempat di Aula Drost lantai 4 Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Terdapat 3 narasumber yang memberikan materi yaitu Bapak Frista, Bapak Leo, dan Bapak Simon. Ketiga narasumber tersebut berasal dari Perhimpunan Indonesia TiongHoa.

Temu Bersama Keluarga Besar Bidikmisi-Driyarkara-Cerdas Humanis memiliki tema “Generasi Muda Generasi Terpilih”. Acara ini, diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bruder Yohanes Sarju. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Sanata Dharma yang dipimpin oleh Gilang (Mahasiswa USD Prodi Pendidikan Akuntansi 2016). Acara selanjutnya adalah pemberian materi. Materi yang diberikan oleh setiap narasumber bervariasi dan setiap materi yang disampaikan menarik. Narasumber I atau Bapak Frista memberikan materi mengenai perkiraan Indonesia di tahun 2045. Beliau mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia yang Bermutu atau Berkualitas. Dengan pendidikan yang tinggilah SDM di Indonesia dapat mengalahkan persaingan yang ada di dunia ini. Kemudian narasumber II  Bapak Leo memberikan materi mengenai impian 5 tahun kedepan. Beliau mengatakan bahwa kita semua tidak boleh putus asa dan pasrah begitu saja, kita berhak untuk bermimpi. Namun, kita juga harus berusaha agar mimpi kita dapat terwujud. Sedangkan narasumber III atau Bapak Simon menceritakan pengalaman yang beliau dapatkan sebelum dan selama menjadi pengusaha exsportir briket. Pada saat narasumber selesai memberikan materi, mahasiswa diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan. Setiap narasumber mendapatkan 3 pertanyaan.

Saya sangat antusias dengan acara Temu Bersama Keluarga Besar Bidikmisi-Driyarkara-Cerdas Humanis. Dari acara ini, saya menjadi lebih termotivasi kembali untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Karena kesulitan yang ada di hadapan kita saat ini merupakan rintangan untuk menuju kesuksesan. Kesuksesan yang akan kita dapatkan 10 tahun mendatang bergantung pada diri kita sendiri. Saya juga belajar bahwa setiap orang harus menggali potensi semaksimal mungkin meskipun kita memiliki berbagai keterbatasan. Namun, jangan jadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk meraih kesuksesan.

Rosa Desy

  kembali