USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sejenak Pergi Dari Keramaian

diupdate: 4 bulan yang lalu

 

SEJENAK PERGI DARI KERAMAIAN

Meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan dan huru hara bukan hal yang mudah. Terkadang harus menunda bahkan membatalkan jadwal lain yang telah disusun. Meluangkan waktu dan memutuskan untuk memilih mengikuti kegiatan yang sama-sama prioritas memang pilihan yang sulit. Namun, tentu ada hikmah yang dapat dipetik dari tiap kegiatan apapun yang telah kita ikuti. Bergantung dari kacamata dan sudut pandang kita untuk menilainya.

Kegiatan refleksi mahasiswa yang saya ikuti di Omah Petruk pada 24-25 Maret 2019 merupakan kegiatan rutin tiap semester-semester awal untuk penerima beasiswa di USD. Kegiatan tersebut pada semester-semester sebelumnya biasanya tergolong santai, tidak begitu formal, dan tidak membicarakan hal yang begitu penting. Tidak kalah prioritas dengan kegiatan- kegiatan saya lainnya. Pandangan awal saya pun seperti itu, namun saya memutuskan untuk tetap mengikutinya.

Rangkaian kegiatannya sangat santai; sekedar bercerita, berdiskusi, dan jalan-jalan bersama. Sore hingga malam hari kami disuguhi materi tentang sejarah singkat Indonesia dan sedikit cerita dari rekan kami yang sudah menyelesaikan skripsi. Keesokan harinya bercerita dengan teman-teman dan jalan-jalan menyusur sungai mencari batu. Sungguh luar biasa dampak positif terhadap diri saya. Bukan ketika saya mengikuti kegiatan itu, tetapi ketika setelah beberapa hari berlalu, pikiran saya mulai menganalisis dan mengingat kembali bahan diskusi yang di Omah Petruk tersebut.

Sungguh luar biasa. Saya seperti dihipnotis oleh diri sendiri. Membuka cakrawala pengetahuan dan memaknai hidup dengan bercermin dari sejarah kehidupan nenek moyang kita. Sungguh luar biasa, semangat saya seperti dicharge ulang. Beberapa poin tersebut ialah:

  1. Memaknai setiap kejadian di lingkungan tinggal khususnya dan di Indonesia pada umumnya, dengan bercermin pada sejarah. Perjuangan rakyat Indonesia yang sangat mengerikan dibalik semua itu. Sehingga membuat saya tidak mudah menyimpulkan dan memiliki sterotipe negatif. Memaknai itu semua sebagai sebab-akibat.
  2. Saya mendapat tim baru. Beranggotakan 10 orang yang senasib dan seperjuangan. Saya seperti memiliki dorongan untuk terus membuat karya dan terpacu untuk semakin ingin bermanfaat bagi orang lain, termasuk menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa S1.
  3. Anak muda itu tokoh masa depan bangsa. Bagaimanapun ini negeri kita, jangan mau anak muda berintelektual tinggi diperbudak oleh oknum-oknum kurang bertanggung jawab. Anak muda harus teguh punya pondasi positif yang kuat. Jangan takut untuk mengkritik dan dIkiritik selama itu membawa pada hal yang baik.

Demikian butir-butir kesadaran bermunculan, saya yakini ini merupakan sebagai buah dari keberanian untuk mengambil keputusan memilih yang terbaik dari banyak pilihan baik.

 Habib

  kembali