"Sejak bayi dilahirkan, mulai dari gerakan-gerakan tubuh, mengedipkan mata, bahkan menangis, kemudian belajar merangkak hingga akhirnya berjalan merupakan proses awal seorang manusia untuk bekerja. Bekerja menjadi keharusan sebelum manusia mati. Melalui bekerja manusia mendapatkan berbagai pengalaman lahir dan batin, pengalaman menjadi pelajaran yang mendewasakan, pelayanan yang diberikan akan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan pihak yang dilayaninya." demikian ungkapan seorang peserta sarasehan. Sabtu (1/12) sekitar 250 orang karyawan Universitas Sanata Dharma (USD) mengikuti sarasehan karyawan dengan tema “Memperteguh Motivasi Diri, Menggapai Impian, Demi Kemajuan dan Kenyamanan USD” di Ruang Kunjono Gedung Pusat Kampus 2 USD. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Karyawan Universitas Sanata Dharma (IKIS) dalam rangka Dies USD ke-57. Acara ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas, terbukti dengan hadirnya Rektor, Wakil Rektor, dan para Kepala Biro di USD.
Menurut Z. Tukija, Ketua IKIS, hendaknya karyawan secara terus menerus menjaga dan berusaha meningkatkan semangat kerja. Melalui disiplin kerja, loyalitas, efektifitas dan efisiensi kerja akan berimbas pada produktivitas kerja karyawan. Sebagai karyawan tidak perlu menelorkan banyak tuntutan, karena pelayanan dan produktivitas yang dihasilkan oleh karyawan itu sendiri akan mendatangkan rahmat dan manfaat. Dalam kesempatan ini Rektor USD, Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. dan Ketua Umum Dies USD, Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. juga berkenan memberikan sambutan. Adapun hal yang dapat dipetik adalah bahwa seluruh karyawan merupakan salah satu unsur tenaga kependidikan yang mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya USD, oleh karena itu sarasehan, bentuk-bentuk kegiatan ataupun pertemuan karyawan perlu terus mendapat dukungan sehingga jalinan komunikasi dan semangat akan terus berlangsung, selain itu pengembangan SDM dalam hal ini karyawan juga akan terus ditingkatkan mutunya.
Dra. Lany Anggawati, pembicara tunggal dalam acara ini dengan piawai mampu menggiring peserta untuk tidak beranjak meninggalkan acara. Tidak jarang pembicara melontarkan joke-joke yang menggelitik namun cerdas. Antusias peserta dibarengi oleh pembicara yang menyegarkan menjadikan sarasehan ini menarik terus diikuti. Pembicara yang akrab dipanggil Ms. Lany oleh mahasiwanya ini adalah dosen tidak tetap Prodi Pendidikan Bahasa Inggris USD, penulis dan penerjemah berbagai buku, dan dikenal sebagai a popular Indonesian Buddhist speaker. Dalam sarasehan ini peserta diajak untuk terus mengisi hidup dengan bekerja, selalu semangat setiap hari, dan ciptakan etos kerja yang tinggi. Ada tips menarik agar terus semangat, ketika diminta berdiri maka berdirilah dengan cepat, ketika bernyanyi maka menyanyilah dengan sikap yang tepat, ketika mendengarkan lagu maka dengarkanlah lagu-lagu yang memberikan semangat hidup, dan janganlah perasaan atau kesedihan melarutkan semangat.
Dalam paparan presentasi, pembicara menampilkan beberapa etos kerja beberapa negara antara lain: Jepang, Korea, dan Jerman. Kemudian mencoba mengcompare dengan 8 etos kerja di Indonesia menurut Jansen Sinarmo. Kedelapan etos kerja tersebut diurai dengan cukup jelas dan diberikan garis besarnya untuk dapat diimplementasi. Kerja adalah rahmat maka bekerjalah dengan tulus dan penuh syukur, kerja adalah amanah maka bekerjalah dengan benar dan penuh tanggungjawab, kerja adalah panggilan maka bekerjalah dengan tuntas dan penuh integritas, kerja adalah aktualisasi maka bekerja keras dan penuh semangat, kerja adalah ibadah maka bekerja serius dan penuh kecintaan, kerja adalah seni maka bekerja dengan cerdas dan penuh kreatifitas, kerja adalah kehormatan maka bekerjalah dengan tekun dan penuh keunggulan, serta kerja adalah pelayanan maka bekerja hingga paripurna dan penuh kerendahan hati. Beliau menekankan bahwa motivasi kerja utamanya datangnya dari diri sendiri bukannya dari faktor eksternal. Kegigihan karyawan untuk terus memotivasi dirinya sendiri dalam bekerja akan meningkatkan kinerja, semangat harus terus tumbuh.
Untuk menggapai impian tidak hanya mencetuskan harapan namun lebih dibutuhkan semangat dan kinerja yang baik, kemajuan, dan kenyamanan membutuhkan banyak sinergi satu sama lain. Mengisi kehidupan harus dengan semangat sepanjang dan setiap hari. Sebagai pilar pendukung Universitas Sanata Dharma sudah hakikatnya untuk bekerja dengan sepenuh hati. (dzu)




