USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kolaborasi UKM Karawitan dan UKM Tari USD: "Prahara Cinta Tangkuban Perahu"

diupdate: 14 tahun yang lalu


Nguri-uri Kabudayaan Jawa, itulah sebuah pepatah yang mungkin dapat menggambarkan Sanata Dharma sebagai Universitas yang senantiasa melestarikan kebudayaan Jawa. Pelestarian budaya daerah ini diwujudkan dalam sebuah pertunjukan kolaborasi antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Karawitan dan UKM Tari Grisadha. Pertunjukkan ini berjudul “Prahara Cinta Tangkuban Perahu” yang diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 30 November 2012 pukul 18.00 WIB  di Hall Selatan Kampus III USD Paingan. Persembahan pertunjukan pagelaran sendratari kolaborasi antara UKM Tari Grisadha dan UKM Seni Karawitan kali ini merupakan pertunjukan yang keempat kalinya, yang sebelumnya pernah diselenggarakan tahun lalu dengan tajuk “Dewi Sri”.
“Prahara Cinta Tangkuban Perahu” ini diikuti oleh 33 anggota UKM Seni Karawitan dan 37 anggota UKM Seni Tari Grisadha. Pagelaran ini diawali dengan sambutan Wakil Rektor III USD Dr. C. Kuntoro Adi, S.J., M.A., M.Sc. yang menjelaskan bahwa “Pertunjukan ‘Prahara Cinta Tangkuban Perahu’ ini adalah pertunjukan pertama dan belum pernah dimainkan sebelumnya sehingga kita sebagai penonton patut bersyukur karena dapat menjadi orang pertama yang menikmati pertunjukkan ini”. Rektor USD, Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. dalam sambutannya menuturkan bahwa “Pagelaran ini menjadi tanda hubungan keluarga besar Universitas Sanata Dharma atas usaha,  inisiatif, dan kebesaran hati antara UKM Seni Karawitan dan UKM Tari Grisadha”.
“Prahara Cinta Tangkuban Perahu” merupakan sebuah kisah yang diangkat dari cerita rakyat Provinsi Jawa Barat yang mengisahkan tentang seorang janda Dayang Sumbi yang memiliki anak bernama Sangkuriang. Suatu ketika Dayang Sumbi meminta Sangkuriang untuk mencarikan hati kijang di hutan. Sangkuriang tidak mendapatkan kijang di hutan, akhirnya dia membunuh dan mengambil hati anjing peliharaannya. Dayang Sumbi marah karena mengetahui bahwa hati yang dimakannya adalah hati anjing peliharaannya yang sebenarnya adalah penjelmaan ayah Sangkuriang. Dayang Sumbi memukul kepala Sangkuriang dan mengusirnya. Pergilah Sangkuriang mengembara di hutan. Setelah dewasa Sangkuriang bertemu dengan Dayang Sumbi. Keduanya saling jatuh cinta. Saat Sangkuriang hendak meminang, Dayang Sumbi tahu bahwa Sangkuriang adalah anaknya yang dulu pernah diusir. Dia mau menerima pinangan Sangkuriang jika Sangkuriang mampu membuat sebuah perahu dalam waktu satu malam. Sangkuriang pun melakukan permintaan Dayang Sumbi, namun sampai ayam berkokok perahu tersebut belum dapat diselesaikan. Sangkuriang marah dan menendang perahu tersebut. Konon, perahu yang ditendang Sangkuriang tertelungkup dan menjadi sebuah Gunung yang saat ini dikenal sebagai gunung Tangkuban Perahu.
 “Great, amazing, pertunjukan sendratari ini terselenggara dengan sukses dan sesuai dengan harapan,. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang hadir dalam menyaksikan pertunjukan sendaratari ini hingga akhir. Harapan saya, semoga kolaborasi anatara kedua UKM ini dapat membuat sebuah pertunjukan kembali di tahun depan”, ujar Tiara Prawesti (mahasiswa PBI) yang berperan sebagai sutradara dalam pertunjukan ini. Sementara itu Ketua Panitia Heribertus Vembriyanto (mahasiswa Teknik Mesin) menuturkan bahwa “Usaha keras kami selama kurang lebih 2 bulan membuahkan hasil yang baik. Saya merasa pagelaran tahun ini adalah pagelaran yang terbaik di antara tahun-tahun sebelumnya. Saya berharap tahun depan UKM Seni Karawitan dan UKM Tari Grisadha dapat tetap berkolaborasi untuk membuat sebuah pagelaran yang baik.” (fow dan vin)

  kembali