USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

UKM TSD USD Gelar Seni Teater "Dewi" di Taman Budaya Yogyakarta

diupdate: 14 tahun yang lalu


Di sebuah kursi sofa yang sudah lusuh tak terawat, terdapat seorang wanita yang tengah menanti Sang Suami pulang dari tempat kerja. Wanita itu bernama Dewi, istri dari  Warman yang bekerja sebagai satpam, kini tengah memasuki usia kandungan 9 bulan. “Nak, Ibu dan bapak udah ndak sabar nunggu kamu terlahir di dunia ini. Pasti kamu kalo udah gede terlahir cantik dan pintar”, tutur Dewi yang merupakan aktor utama dengan logat Jawa yang kental. Gambaran di atas merupakan sepotong adegan yang dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswa  Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Seriboe Djendela Universitas Sanata Dharma (UKM TSD USD) dalam pertunjukan teater yang diberi judul “Dewi”. 
Pada hari Jumat (23/11/2012), UKM TSD USD kembali menggelar pertunjukan seni teater  di Gedung Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta. Pertunjukan yang dapat dinikmati oleh khalayak ramai selain mahasiswa USD ini merupakan agenda tahunan dari UKM TSD yang rutin diselenggarakan setahun sekali. UKM TSD menggelar kegiatan ini selama dua kali, yaitu pada hari Jumat (23/11/2012) dan Sabtu (24/11/2012).
Pertunjukan teater yang dibawakan kali ini diangkat sebuah kisah tentang keluarga kecil dari kalangan rakyat kecil yang hidup di sebuah perkampungan padat penduduk. Terdapatlah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari Warman (suami) dan Dewi (istri). Warman yang memiliki karakter keras, mencintai istrinya, dan pekerja keras berusaha menghidupi keluarganya. Di tengah himpitan dari kehidupan ekonomi yang serba minim, Warman berusaha mendapat pekerjaan yang halal yaitu sebagai seorang satpam. Demi untuk memenuhi kehidupan ekonomi kelurga. Tiada sangka, Warman mendapat musibah di PHK dari boss di mana tempat dia bekerja karena dituduh mencuri laptop.
Di waktu yang bersamaan datanglah Pak Bayu, seorang pengusaha kaya yang menawari pekerjaan kepada Warman. Dengan nada keras, kasar, dan penuh ancaman terjadilah dialog anatara Pak Bayu dan Warman. Pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Warman semasa silam. Terjadilah konflik batin dalam diri Warman. Warman butuh untuk mendapatkan uang demi kebutuhan keluarga kecilnya, namun di sisi lain Dewi menginginkan agar Warman mencari pekerjaan yang halal. Dewi tidak menginginkan  Warman melakukan pekerjaan yang dulu pernah dilakukan dan sekarang ditawarkan oleh Pak Bayu, karena pekerjaan yang ditawarkan bukan pekerjaan biasa yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Akhirnya, Warman mengikuti saran istrinya untuk tidak mengambil pekerjaan yang ditawarkan oleh Pak Bayu walaupun Warman tahu resikonya. Di akhir cerita, Warman telah mendapati Dewi istrinya telah tak bernyawa di dalam rumahnya usai membantu tetangga sebelah.
Pertunjukkan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB mampu membius emosi penonton dari awal adegan hingga akhir. Penonton yang hadir mampu dibuat tertawa terpingkal-pingkal karena kelucuan berbagai tokoh yang diperankan serta dialog dengan joke yang segar yang sering terlontar. Dengan permainan lampu latar, sentuhan instrument, dan tata panggung yang apik mampu menguatkan latar cerita, sehingga penonton ibarat menonton dan menikmati sebuah film layar lebar.
”Ide dari cerita ini muncul ketika saya melihat pasangan remaja yang sedang berpacaran dengan berbagai konflik yang dihadapi dalam masa pacaran, kemudian saya coba dengan membuat hubungan itu lebih tinggi tarafnya yaitu pada sebuah keluarga kecil yang terhimpit oleh kemiskinan. Tantangan yang saya hadapi selama proses pembuatan naskah dan akhirnya diperankan oleh tokoh adalah membagi waktu antara kuliah dan latihan”, tutur Artantya Krispradipta (mahasiswa Sastra Inggris 2008) yang merupakan sutradara sekaligus penulis naskah. Sedangkan aktor yang memerankan tokoh-tokoh dalam tetater “Dewi” ini antara lain Yohanes Eko Budiyanto (PGSD/2011), Ary Widya Pertiwi (PGSD/2011), Johannes Wedha (PBSID/2011), Yosephine Wastu Prajna (PBI/2011), Ega Meista Purba (PBI/2010), Saverinus Egy Nggelong (SasInd/2010).
“Saya sungguh menikmati pertunjukkan seni teater yang dibawakan oleh UKM TSD ini. Saya bangga melihat aktor-aktor baru yang mampu membawakan tokoh yang diperankan dengan penghayatan yang total. Proficiat buat anak-anak TSD!”, ungkap Agathon Hustomo yang merupakan alumni UKM TSD yang ikut turut menikmati pertunjukan teater. (VIN)

  kembali