USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

KURIKULUM KONTEKSTUAL DEMI PENDIDIKAN NASIONAL

diupdate: 22 tahun yang lalu

Bertempat di lantai empat Gedung Administrasi Pusat kampus III USD Paingan (22-23/7), seminar nasional "Mencapai Perkembangan Manusia yang Utuh Melalui Pendidikan Emansipatoris" diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi USD. Dalam makalahnya, hampir semua pembicara menyampaikan gagasan dalam satu benang merah, yaitu kurikulum yang kontekstual penting bagi suksesnya pendidikan nasional. Sukses pendidikan nasional itu, menurut Dr. Frieda Manungsong, adalah sukses dalam konteks pendidikan emansipatoris, yaitu pendidikan yang memberdayakan dan memberi pencerahan kepada siswa bukan hanya dalam segi intelektual, tapi juga sosial. Prof. Dr. Conny Semiawan menegaskan bahwa sukses tersebut dapat dicapai dengan menyusun kurikulum yang kontekstual dengan kondisi riil masyarakat kita. Menurut beliau, kurikulum harus sesuai dengan konteks Indonesia, dimana terget group pendidikan nasional sungguh sangat beragam, baik dilihat dari dimensi kompetensi finansial maupun pribadi. Harus dipahami bahwa pendidikan nasional harus menyentuh masyarakat perkotaan dan pedesaan, harus menyentuh manusia pada umumnya ataupun manusia dengan berbagai jenis keterbelakangan fisik dan mental. Berkaitan dengan yang terakhir, Dra. Lucia RM. Royanto Msi, MspEd, Psi, menyarankan pendidikan inklusif bagi mereka yang mengalami keterbelakangan fisik dan mental. Program ini menggarisbawahi bahwa perlu diusahakan kesempatan bagi mereka yang mengalami keterbelakangan fisik dan mental untuk belajar di sekolah reguler. Tentunya hal ini disertai dengan beberapa pertimbangan, misalnya mereka memiliki kecerdasan rata-rata, mampu membaca gerak bibir (tuna rungu), mampu membaca huruf braile (tuna netra). Dalam makalahnya, rektor USD, Dr. Paul Suparno, SJ menyoroti kurikulum yang kontekstual secara lebih umum. Beliau menekankan bahwa kurikulum harus sejalan dengan situasi dunia nyata dan harus memotivasi siswa untuk mengaplikasikan isi bahan ajar dalam kehidupannya. Untuk itu, peran guru dalam memahami konteks siswa secara pribadi dan sosial sungguh sangat penting bagi keberhasilan kurikulum secara khusus dan pendidikan nasional pada umumnya.

  kembali