Perkembangan penerbitan perguruan tinggi berlangsung dengan kecepatan tinggi dalam sepuluh tahun terakhir ini. Penerbit perguruan tinggi yang awalnya didirikan dengan tujuan yang sederhana untuk mendiseminasi karya-karya dosen, kini telah menjadi lembaga yang harus dimiliki oleh setiap perguruan tinggi, tak hanya untuk keperluan diseminasi tapi telah bertransformasi menjadi salah satu sumber pendanaan sebuah perguruan tinggi.
Mengingat begitu krusial peranan penerbit perguruan tinggi, maka sejumlah penerbit perguruan tinggi sepakat membentuk wadah komunikasi untuk menyatukan agenda dan mendesakkan kepentingannya kepada pemerintah selaku pembuat kebijakan. Wadah itu dinamakan APPTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia). Universitas Brawijaya, dalam hal ini UB Press, mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan musyawarah kerja nasional pertama di Kota Wisata Batu, Malang.
Mukernas yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Oktober 2012 ini diikuti lebih dari 30 penerbit perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Agenda Mukernas Ke-1 APPTI ini antara lain mengonsolidasikan organisasi APPTI di daerah, membahas draf program kerja pengurus pusat APPTI, dan mengembangkan sistem informasi APPTI.
Penerbit Universitas Sanata Dharma sebagai anggota APPTI juga mengirimkan delegasinya dalam Mukernas ini dipimpin oleh Kepala Pusat Penerbit dan Bookshop USD Harris Hermansyah Setiajid, S.S., M.Hum., bersama staf Veronika Margiyanti dan Aurelia Suryani Asriningsih. Di sela-sela mukernas ini, Penerbit USD merintis kerjasama dengan Polimedia Jakarta untuk memasarkan buku terbitan Penebit USD di Frankfurt Book Fair, Jerman, dan menjajaki kemungkinan untuk menyelenggarakan pelatihan penerbitan buku bagi tenaga penerbit perguruan tinggi. (hhs)




