Sekelompok siswa putra terbahak-bahak sampai menggulingkan dirinya di karpet. Sedangkan sekelompok siswa putri menutup wajah menahan tawa. Di sudut yang berbeda dalam kelas itu sejumlah siswa putra tertawa lepas sambil menunjuk-nunjuk temannya yang juga tertawa lepas.
Itulah secuplik pemandangan suasana kelas dalam kegiatan pendampingan dengan topik seksualitas. Berbagai ekspresi ditunjukkan mereka ketika sedang menerima materi seksualitas.
Kamis (11/10) yang lalu tim Guidance and Counseling (GnC) Ministry, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma (Prodi BK USD) memberikan pendampingan kepada siswa-siswi kelas VI SD Maria Asumta, Klaten, Jawa Tengah dengan tema “Pendidikan Seksualitas untuk Anak”. Pendampingan yang diselenggarakan di sekolah SD Maria Asumta, Klaten diikuti oleh seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 70 siswa. Kegiatan berlangsung mulai jam 08.00-12.00 WIB.
Tim GnC Ministry Prodi BK USD terdiri dari delapan mahasiswa, yaiatu Benediktus Heru Sukoco (angkatan 2008), Silverius Yudo Adrianto (angkatan 2008), Robertus Ndaru (angkatan 2009), Iren (angkatan 2009), Yohana Fransisca Dora Liwu (angkatan 2010), Eva Cristy br Sitepu (angkatan 2010), Marieta Efrianti L. Gaol (angkatan 2010), dan Lidia Lina Susanti (angkata 2010). Dalam pendampingan tersebut turut serta hadir Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku dosen pembina GnC Ministry.
Pendidikan seksualitas ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan siswa. Dewasa ini informasi tentang seksualitas begitu mudah diakses oleh anak-anak. Agar siswa dapat mengetahui informasi yang benar tentang seksualitas, maka kegiatan perlu diberikan kepada anak-anak. Selain itu, agar para siswa tidak merasa penasaran tentang informasi seksualitas yang juga sudah diberikan dalam pelajaran Biologi, maka kegiatan ini menjadi penting diselenggarakan. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini bertujuan supaya sejak usia dini anak-anak sudah mendapatkan pemahaman tentang seksualitas yang benar.
Dengan kegiatan ini anak-anak diharapkan mampu mengenal pentingnya pendidikan seksualitas, sehingga mareka mampu beradaptasi sekaligus memahami segala perubahan yang terjadi dalam diri mereka yang sedang memasuki fase pra-remaja terutama berkaitan dengan seksualitas. Selain itu pendidikan seksualitas sejak dini ini diharapkan agar mereka lebih mampu menjaga kesehatan organ reproduksi dan mampu mengambil pilihan yang bertanggung jawab berkaitan dengan seksualitas, sehingga mereka dapat tumbuh berkembang menjadi remaja yang percaya diri serta sehat secara fisik maupun psikologisnya.
Dalam proses pendampingan, siswa dibagi ke dalam dua kelompok kelas kecil, yaitu kelas VIA dan VIB. Tujuannya dibagi menjadi dua kelompok kelas kecil tersebut supaya proses bimbingan dapat berjalan lebih efektif. Selama proses berlansungnya pendampingan nampak para siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti semua kegiatan yang diberikan. Siswa-siswa terlihat antusias dikarenakan materi tentang seksualitas ini sangat menarik bagi mereka, mengingat masa mereka saat ini sedang menginjak masa pra remaja di mana mereka mempunyai dorongan rasa ingin tahu yang tinggi. (sya)




