Di tengah rangkaian pesta emas USD, diadakan sarasehan dengan judul Manajemen Karier dan Hidup Pribadi: an Ignatian Way di Ruang Koendjono, Perpustakaan USD, Sabtu (30/7). Hadir dalam sarasehan tersebut Greg Soetomo, S.J. dan P. Sunu Hardijanto, S.J. yang keduanya juga selaku pembicara pada sesi pertama sarasehan. Keduanya menyoroti hal yang kurang lebih sama, yaitu pentingnya hidup berkomunitas untuk mencapai kepenuhan hidup sesuai ajaran Santo Ignatius. Romo Greg menekankan peran penting seorang pemimpin dalam menentukan arah organisasi. Menurutnya, seperti apa yang ditulis dalam Jurnal Spiritualitas Ignatian volume 7, seorang pemimpin hendaknya hidup dalam dua dimensi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Ia harus hidup "sekarang"; memimpin organisasi agar terus berjalan dengan sehat, dan juga "masa depan"; merumuskan arah berjalannya organisasi. Di sana, menurut beliau, letak arti penting seorang pemimpin, yaitu membentuk suatu komunitas kerja atas dasar cinta. Hampir senada dengan Romo Greg, P. Sunu Hardijanto, S.J. lebih menyoroti arti setiap individu yang tergolong dalam suatu komunitas. Dari keterangannya, dapat disarikan tiga hal yang saling terkait dalam usaha mencapai kepenuhan batin bersama, yaitu komitmen, kepenuhan cinta, dan pelepasan diri (detachment). Tiga hal tersebut akan bermuara pada kesiapsediaan (availability) dalam hidup berkomunitas. Artinya seseorang akan siap sedia berkomitmen untuk mencapai mimpi atas dasar cinta dan sedia memerdekakan diri melalui usaha untuk tidak melekat (detachment) terhadap ciptaan Allah. Penyadaran akan hidup dalam komunitas kerja atas dasar cinta ini diperjelas oleh J. Eka Priyatma dan Sr. Afra Primadiana, FCJ dalam sesi kedua sarasehan ini. Pada kesempatan tersebut kedua pembicara menyampaikan pengalaman rohani mereka dalam berbagai komunitas kerja. Sarasehan yang berlangsung sekitar 5 jam itu diakhiri dengan pemberian doorprice berupa cindera mata dan voucer belanja kepada peserta serta jamuan makan siang. (Fra)




