Universitas Sanata Dharma kembali mengirimkan 4 (empat) mahasiswanya untuk turut berpartisipasi dalam The Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA) Student Camp 2012 yang diadakan tanggal 20-24 Agustus 2012 lalu, mahasiswa tersebut adalah Maria Felicia (Pendidikan Sejarah), Waleria Satwika Anindita (Psikologi), Agnes Kenya Winanti (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Saptiawan (Manajemen). Perhelatan kaum muda Kristiani se-Asia ini diadakan di International Christian University, Tokyo, Jepang, dan diikuti oleh 102 mahasiswa dari berbagai negara, yaitu Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Filipina, Taiwan, dan Thailand. ACUCA Student Camp kali ini mengangkat permasalahan lingkungan hidup yang bertemakan ‘Aiming for Tomorrow Where We Can Walk Side By Side: Our Dream, Our Efforts’.
Selama mengikuti program ini, para peserta diajak untuk lebih peduli akan permasalahan-permasalahan lingkungan hidup melalui presentasi setiap negara, diskusi bersama, dan keynote speech oleh Dr. Ryoichi Yamamoto. Pada sesi Country’s Presentation, perwakilan delegasi dari setiap negara mempresentasikan isu-isu lingkungan yang terjadi di negaranya beserta solusi-solusi yang sudah diaplikasikan. Setelah itu, Dr. Ryoichi Yamamoto memberikan pemahaman akan pentingnya hidup harmonis bersama dengan alam berdasarkan pandangan teologi. Pembahasan dan pemahaman tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok-kelompok kecil, yang kemudian dirangkum menjadi satu niatan bersama yaitu mewujudkan Green Asia melalui tindakan-tindakan sederhana di kehidupan sehari-hari seperti menyebarkan informasi tentang lingkungan agar lebih banyak orang peduli.
Tak hanya pengetahuan tentang lingkungan, para peserta juga diajak untuk mengenal kebudayaan negara lain, khususnya kebudayaan Jepang. Melalui sesi Japanese Cultural Experience dan Field Trip, beberapa seni kebudayaan dan bangunan bersejarah Jepang diperkenalkan, seperti kesenian merangkai bunga atau Kado, tarian-tarian tradisional Jepang, olahraga bela diri khas Jepang seperti Shiorinji Kempo dan Karate, kesenian minum teh, dan kuil Asakusa. Selain itu, para peserta diperkenalkan kepada seni kebudayaan negara-negara lain pada sesi Cultural Night. Khusus dalam sesi tersebut, delegasi-delegasi Indonesia yang merupakan delegasi terbanyak mengenakan pakaian-pakaian tradisional seperti kebaya, lurik, dan baju adat Papua, dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.
Berdasarkan refleksi keempat delegasi Universitas Sanata Dharma, hal-hal yang paling berkesan adalah persaudaraan yang terjalin dalam acara tersebut, dan pengalaman berdinamika dalam forum global. Meski hanya berlangsung empat hari, para peserta mampu saling menjalin ikatan persaudaraan dengan peserta-peserta dari negara-negara lain untuk bertukar informasi. Kesempatan untuk berdinamika dalam forum global juga telah memberikan pelajaran berharga bagi para delegasi untuk berpikir terbuka tentang permasalahan bersama.
ACUCA Student Camp akan kembali diadakan dua tahun mendatang dengan pengalaman yang tidak kalah serunya. Bersiap untuk merasakan pengalaman yang sama ya! (Anya)




