Bertempat di Gereja Kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Selasa (31/7) Komunitas Yesuit Sanata Dharma (Kolese Robertus Bellarminus) merayakan hari raya St. Ignatius dari Loyola, Pendiri Ordo Serikat Yesus. Perayaan ekaristi ini mengambil tema ''Kontemplasi dalam Aksi'', dihadiri segenap sivitas akademika Universitas Sanata Dharma, dipimpin oleh empat konselebran: Rm Priyono Marwan, SJ; Rm C. Kuntara Adi, SJ; Rm Benny, SJ; dan Rm Sunu, SJ.
Dalam homilinya, Rm Benny menyampaikan bahwa kondisi di sekitar kita selalu berubah. Pada suatu saat alam serta dunia ini tertata dengan sempurna dan teratur, namun pada saat berikutnya menjadi hiruk pikuk dan kacau balau. Dalam cerita Alkitab, nabi Elia juga mengalami hal yang sama. Elia lari dikejar-kejar setelah mengalahkan nabi-nabi palsu. Allah yang kemudian memanggil dia untuk kembali ke dalam pelayanannya.
Fransisco Confroy, seorang Jesuit Spanyol ingin berdoa lebih panjang, tetapi dia ditegur St Ignatius: jangan terlalu lama berdoa. Persoalannya bukan masalah membagi waktu, tetapi bagaimana kita hidup di hadapan Allah. Kontemplasi menyangkut sikap batin dan sikap hidup sehari-hari bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang benar-benar sekuler. Dunia ini adalah rahmat Allah. Kita merasa dengan hati Yesus. Bertindak seperti Yesus, seperti halnya kaki dan tangan Yesus.
Hidup kita diisi dengan serangkaian keputusan. Ada 3 tahap dalam mengambil keputusan: (1) Sadar ke mana hati diarahkan, (2) Paham perkaranya, mengapa demikian/gerakan batin, (3) Mengambil keputusan mengikuti Yesus di dunia berarti menanggung resiko-resiko yang muncul akibat pilihan kita.
Usai perayaan Ekaristi, Komunitas Yesuit Sanata Dharma mengundang semua yang hadir untuk berpesta dan beramah-tamah bersama di Kolese Robertus Bellarminus. (BST)




