Jogja English Teachers Association (JETA), bekerja sama dengan Universitas Sanata Dharma, dan Disdikpora DIY, kembali menyelenggarakan acara seminar tahunan, bertempat di Ruang Koendjono, Lantai 4, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta. Seminar ke-9 yang berlangsung selama dua hari mulai tangggal 4 sampai dengan 5 Juli 2012 ini mengangkat tema Revitalizing English Teacher's Professional Development yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan profesionalitas para praktisi pendidikan baik guru maupun dosen.
Dihadiri lebih dari 200 orang guru baik dari maupun luar DIY, seminar ini mendatangkan pembicara-pembicara profesional dari berbagai instansi sebagai presenter seperti Ms. Linda Mary Hanington dari National Institute of Education, Mr. David Kaye dari Pearson Education, Ms. Itje Chotjiyah, M.A. dari British Council, dan Bapak Joko Priyana Ph.D dari Universitas Negeri Yogyakarta. Para pembicara tersebut dipilih dan direkomendasikan dengan melihat sisi expertise dan skill masing-masing pembicara.
Dengan mengusung tema Revitalizing English Teacher's Professional Development, seminar yang dimulai pukul 8 pagi ini diselenggarakan sebagai ajang untuk bertukar pikiran dengan cara berbagi pengalaman, ide, cara mengajar, dan juga cara berkreasi dengan metode pengajaran yang telah ada. Melalui media sharing pada seminar ini, diharapkan para guru dan juga dosen yang hadir sebagai peserta seminar memenuhi kualifikasi untuk memperoleh gelar 'ideal' dengan mempunyai empat standar kompetensi yakni, Kompetensi Keilmuan, Kompetensi Pedagogi, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Personal.
Universitas Sanata Dharma, yang tergabung dalam empat institusi pelatihan guru bersama dengan Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan Universitas Ahmad Dahlan, menjadi tuan rumah untuk seminar JETA tahun ini. Ini merupakan kali ketiga bagi USD untuk menjadi tuan rumah setelah tahun 2003, tahun ketika JETA berdiri, dan tahun 2008. Manfaat yang didapat sebagai bagian dari asosiasi ini tidak hanya untuk meningkatkan mutu pengajar, tapi juga untuk membentuk suatu relasi melalui wadah yang mempertemukan orang-orang akademisi dari pihak universitas dengan orang-orang praktisi dari pihak sekolah. Meskipun diselenggarakan setiap tahun, tidak ada alasan khusus di balik pengadaan setiap seminar atau konferensi JETA. "Ini memang acara tahunan, sudah ada komitmen dari para guru untuk menyelenggarakan acara ini setiap tahun sebagai suatu rutinitas" kata Ibu Caecilia Tutyandari selaku Ketua Panitia konferensi JETA yang kesembilan ini. (TS)




