Bioscience club adalah klub di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma yang menjadi wadah bagi mahasiswa PGSD untuk mengembangkan softskill dan pengetahuan mereka terhadap sains yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Klub ini terdiri dari empat divisi yaitu divisi pengembangan teknologi dan media, divisi lingkungan hidup, divisi workshop, dan divisi live in dan pengabdian masyarakat.
Divisi lingkungan hidup bertanggungjawab terhadap pengembangan pengetahuan akan lingkungan hidup, pemeliharaan apotek hidup dan taman di PGSD. Pengembangan pengetahuan akan lingkungan hidup dan tanaman membawa sebuah pemikiran untuk mencoba membuat laboratorium warung hidup dalam bentuk verticulture mengingat terbatasnya lahan di PGSD. Verticulture adalah teknik budidaya tanaman secara vertical sehingga penanaman dapat dilakukan bertingkat. Metode verticulture dipilih karena sederhana (dapat diterapkan di sekolah dasar nantinya), murah, cepat, dan menarik.
Pelatihan pembuatan verticulture diharapkan memberikan bekal kepada mahasiswa untuk memiliki pola pikir yang lebih kritis dan peka dalam menghadapi segala keterbatasan saat mereka menjadi guru di sekolah dasar yang kurang memiliki sarana dan prasarana nantinya. Model taman verticulture yang menarik dan indah akan menambah nilai estetika di taman PGSD dan di beberapa tempat yang masih kosong namun sempit seperti di sebelah barat aula. Hasil dari workshop ini adalah laboratorium verticulture yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran mahasiswa PGSD dalam bidang ilmu biologi, matematika, dan mata kuliah lain yang bisa dikaitkan dalam budidaya tanaman dan pemanfaatan lahan.
Workshop verticulture ini diselenggarakan untuk meningkatkan softskill mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma dalam pengenalan tanaman, pemeliharaan lingkungan, pemanfaatan lahan sempit, kewirausahaan, serta rasa peduli terhadap alam sekitarnya.
Kegiatan telah dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Sabtu, 16 Juni 2012
Waktu : 08.00-12.30 WIB
Tempat : Ruang Xaverius dan Halaman Taman PGSD
Trainer : Tim Agro Bioteknologi Universitas Gadjah Mada
Kegiatan dimulai pukul 08.30 dan dihadiri 48 mahasiswa yang tergabung dalam Biosceience Club, didampingi oleh Kaprodi PGSD, Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., dan beberapa dosen yang lain. Acara diawali dengan doa pembukaan, jargon, sambutan dari Kaprodi PGSD. Dalam sambutan ini, romo Ari memaparkan harapannya mengenai kegiatan workshop vertikultur sebagai salah satu kegiatan dari Bioscience Club ini dapat menjadi inspirasi dan refleksi yang mendalam bagi mahasiswa. Romo berharap mahasiswa tidak sekedar mengikuti arahan trainer tapi merefleksikan dari setiap hal yang diperoleh dan menghubungkannya dengan pembelajaran biologi, matematika, fisika, dan yang lainnya.
Berikut beberapa foto kegiatannya:
Pendaftaran workshop verticulture
Trainer dari Tim Agro Bioteknologi Universitas Gadjah Mada
Workshop verticulture di ruang Xaverius gedung PGSD Lt.3
Jargon Hijaukan Bumi. "Bioscience club.... Aku, kamu... hijaukan hati... hijaukan bumi...!!!"
Workshop verticulture
Workshop verticulture
Sambutan Romo G. Ari Nugrahanta, SJ.
Sambutan romo yang begitu filosofis membuat beberapa mahasiswa tampak menahan napas, entah karena apa, mungkin mencoba mencermati setiap kata yang disampaikan romo. Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi dari trainer mengenai apa dan bagaimana vertikultur. Ada 7 mahasiswa pasca sarjana (Bioteknologi) dengan bidang keahlian agro-bioteknologi yang mendampingi kegiatan hari itu.
Setelah teori dilanjutkan praktek
Gergaji bambunya ya...
Bu Wahyu Wido Sari, M. Biotech
Mengikat bambu dengan tali ijuk
Gergaji lagi...
Penyempurnaan...
Setelah jadi...
Setelah itu siap ditanam bibit
Sebelumnya siapkan dulu media tanamnya
Siap ditanam
Jangan lupa langsung disiram
Kalau yang ini media tanamnya menggunakan peralon
Sedangkan yang ini menggunakan talang air
Dibor untuk tempat tanamannya
Untuk yang memakai peralon air di tutup pangkalnya juga dibor u/jalan air
Kemudian diisi medianya juga
Setelah jadi yang menggunakan media tanam talang air
Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari kegiatan itu selain memiliki vertikultur untuk menghemat lahan dan memupuk cinta lingkungan, yaitu kerjasama, persahabatan, kerja keras, perjuangan, dan kegembiraan dalam kebersamaan.




