"Apa yang akan kita jawab seandainya perusahaan tempat kita melamar kerja bertanya, apa yang akan Anda berikan ketika bekerja di perusahaan ini?" pertanyaan ini yang disampaikan oleh Rm Priyono Marwan, SJ sebagai bahan refleksi dalam pembekalan bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma oleh Campus Ministry dengan tema "Memasuki Dunia Kerja Dengan Semangat Ignatian". Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu (9/6) di Ruang Multimedia Kampus III Universitas Sanata Dharma.
Kegiatan ini merupakan tahap ke III atau tahap terakhir dari pembekalan prodi Bimbingan dan Konseling oleh Campus Ministry. Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama adalah mengenal lebih dalam mengenai Spritualitas Ignatian, diisi oleh Rm Elias Ambirat Duhkito, SJ. Beliau menjelaskan bahwa Spritualitas Ignatian mengajarkan kita jujur pada perasaan diri sendiri. Oleh karena itu kita perlu belajar semakin menyadari apa yang sedang kita rasakan atau memahami perasaan kita. Sebagai calon guru BK atau Konselor, yang lebih dibutuhkan adalah untuk mengerti perasaan orang lain atau klien, maka calon guru BK atau Konselor perlu belajar mengerti perasaan diri sendiri. Selain itu juga karena sesuatu hal harus dilakukan dengan perasaan, jika tidak maka akan terasa berat.
Pada sesi kedua diisi oleh Rm Priyono Marwan, SJ yang kebetulan beliau juga pernah menjadi dosen di Prodi Bimbingan dan Konseling USD. Pada sesi ini Rm Priyono menjelaskan bahwa Spritualitas Ignatian bisa diterapkan di dunia kerja agar kita menjadi profesional. Dalam memasuki dunia kerja, yang terpenting adalah profesional dan humanis. Profesional menekankan bahwa kita harus mempunyai kompetensi, nilai, dan tujuan. Sedangkan humanis adalah memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia dijelaskan bahwa manusia tidak hanya diciptakan sekali jadi, tetapi membutuhkan perkembangan, oleh karena itu manusia perlu mengembangkan diri agar menjadi lebih baik, dan inilah yang dinamakan memanusiakan manusia. Dalam proses memanusiakan manusia yang terpenting adalah kehendak. Saat persiapan memasuki dunia kerja maka kita perlu memiliki kompetensi yang diperlukan untuk bekerja, kompetensi itu bisa kita peroleh dengan adanya kehendak. Tanpa kehendak semua tidak terlaksana dan tercapai. (Ars)




